Kepala BKPM Sebut UU Cipta Kerja Permudah Pemuda Buka Usaha dan Menjadi Kaya

Kepala BKPM Sebut UU Cipta Kerja Permudah Pemuda Buka Usaha dan Menjadi Kaya
UANG | 4 November 2020 21:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau UU Nomor 11 Tahun 2020 baru saja diteken Presiden Jokowi pada 2 November silam. Meskipun kontroversial, pemerintah mengklaim UU ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya dalam mendirikan badan usaha.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan sulitnya perizinan menjadi alasan kenapa orang-orang enggan menjadi pengusaha di era sekarang. Padahal, menurutnya, menjadi pengusaha adalah salah satu jalan cepat menjadi kaya.

"Kenapa saya jadi pengusaha, karena saya mau cepat kaya. Tapi izinnya susahnya minta ampun. Bupatinya sudah mau tanda tangan, (pegawai) yang bawa cap-nya tidak masuk kantor. Bayangkan. Izinnya putar-putar terus," jelas Bahlil saat menghadiri Debat Terbuka dengan Aktivis Mahasiswa Cipayung Plus, Rabu (4/11).

Bahlil bilang, imbasnya, karena izinnya terlalu berbelit, investasi jadi mandeg. Baik itu yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Akibatnya lagi, lapangan pekerjaan tidak tercipta.

"Hari ini ada 7 juta orang, eksisting, yang belum dapat pekerjaan. Ada 2,9 juta angkatan kerja setiap tahunnya, termasuk adik-adik mahasiswa Cipayung Plus yang baru lulus. Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan ini?" tanyanya.

Baca Selanjutnya: UU Cipta Kerja Solusi Tumpang...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami