Kepastian Investasi Hyundai ke RI akan Diumumkan Pekan Depan

UANG | 20 November 2019 12:45 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa rencana investasi Hyundai Motor Company ke Indonesia belum pada tahap finalisasi. Sejauh ini, perusahaan asal Korea Selatan itu masih dalam proses penjajakan.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengatakan, kepastian Hyundai untuk berinvestasi mobil listrik di Indonesia bakal diumumkan pekan depan ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada Minggu (24/11).

"Sekarang sedang dalam proses penjajakan untuk segala sesuatunya dan saya kira nanti pada saat kunjungan Pak Presiden (Jokowi) ke Korea akan diumumkan lah menurut saya," jelasnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (20/11).

Secara jumlah, dirinya pun tidak bisa memastikan besaran investasi yang akan digelontorkan Hyundai. Hanya saja, dia meminta awak media untuk bersabar dan mendengarkan langsung komitmen investasi dari pihak Hyundai.

"Nanti tunggu minggu depan pasti akan ada pengumumannya karena itu lebih baik nanti disampaikan nya oleh Hyundai karena Hyundai nanti juga akan ketemu dengan pengusaha korea lainnya bertemu dengan bapak presiden dan saya kira di situ akan disampaikan berapa rencana komitmen mereka untuk investasi di Indonesia," jelasnya.

Dia memastikan, yang jelas tidak ada rencana pembatalan yang dilakukan pihak Hyundai. Sebab, perusahaan tersebut sudah masuk dalam antrean untuk investasi di Indonesia.

"Tidak (batal) masih dalam rencana dan dalam pipeline," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Belum Ada Rencana Investasi

Hyundai Motor Company, produsen otomotif asal Korea Selatan, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada rencana pihaknya untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bahwa Hyundai akan berinvestasi USD 1 miliar di Indonesia.

"Belum ada keputusan yang dibuat sejauh ini untuk berinvestasi di kawasan regional, termasuk Indonesia," ujar Head of Global PR Hyundai Motor Company, KS Kim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).

Menurutnya, jika Hyundai memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha, akan diumumkan lebih lanjut saat sudah diputuskan. "Saat ini Hyundai tengah mengevaluasi kapasitas produksi secara global," tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia bakal menandatangani kerjasama investasi Hyundai di Indonesia dalam waktu dekat. Nilai kerjasama pembangunan pabrik mobil listrik tersebut mencapai USD 1 miliar dan akan diresmikan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri ginseng pada bulan ini.

"Hyundai, nanti insya Allah Presiden ke Korea Selatan tanggal 24 (November) itu akan ditandatangani USD 1 miliar untuk mereka masuk sini," kata Menko Luhut Binsar Panjaitan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Menko Luhut telah meminta kepada pihak Hyundai agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Salah satunya bahan baku mobil listrik, yakni lithium baterai dari Morowali. "Mereka sudah saya minta kalian pakai bahan dari Morowali," ujar dia.

Selain itu, dia pun meminta agar dalam membuat ban untuk mobil listrik, Hyundai menggunakan bahan baku karet yang juga berasal dari Tanah Air. "Kedua, ban mobil, dari awal saya sudah minta mereka pakai karet kita. Sekarang Dunlop sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban karet kita," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
KPPOD Temukan 347 Perda Bermasalah Penghambat Investasi
Perusahaan Ceko Minat Bangun Bengkel Pesawat di Bandara Samarinda
Jepang Niat Investasi Rp40 Triliun di Indonesia Hingga 2023
VIDEO: Tahun Depan, Investor di Indonesia Akan Dilayani Seperti Raja
Bos BKPM: Investor Bakal Diperlakukan Seperti Raja
Membongkar Penyebab Investasi Indonesia Kalah Dibanding Vietnam