Keputusan Operator Proyek IDD Ada di Tangan Menteri ESDM Baru

UANG | 5 September 2019 17:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, kontrak proyek pengembangan minyak dan gas (migas) laut dalam ‎(Indonesian Deepwater Development/IDD) akan berakhir pada 2027. Nantinya, keputusan operator berada di tangan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pemerintah Jokowi jilid 2.

"Kan tergantung abis Oktober siapa menterinya," kata Fatar, saat menghadiri I‎PA Convex 2019‎, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9).

Menurut Fatar, satu yang pasti dari proyek tersebut adalah penerapan bagi hasil migas dengan sistem gross split. Menurutnya penerapan ‎skema bagi hasil tersebut akan berlanjut meski kontrak telah habis.

"Tapi mekanismenya tetap gross split karena sekarang banyak investor melihat gross split cukup menarik," tuturnya.

‎Tekait dengan perkembangan proyek IDD, Fatar menyebut nilai investasi IDD mengalami penurunan, dari USD 11 miliar menjadi USD 6 miliar. Hal ini disebabkan perubahan desain sumur yang dipindahkan ke perairan dangkal.

"Kalau investasinya USD 6 miliar, sudah turun, kita ganti desainnya. Kalau dulu ada dua (desain) sekarang ditaruh di flow water jadi sumurnya kita tarik ke shell water platform," jelas Fatar.

Fatar mengungkapkan, dampak dari perubahan desain tersebut akan menurunkan sedikit produksi gas. "So far tidak signifikan, turun sih,‎" tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Cari Partner, Pertamina Bakal Lepas Saham Blok Migas Kelolaan
Produksi Blok Migas Luar Negeri Pertamina Capai 88 Persen dari Target
Aset Negara di Sektor Hulu Migas Capai Rp490 Triliun
Pemberian Insentif Bikin Kegiatan Pencarian Migas Menggeliat
SKK Migas Terapkan Cluster Migas guna Tekan Biaya Produksi
Menteri Jonan Minta Pertamina Aktif Lakukan Eksplorasi Migas

(mdk/azz)