Kerja di Jepang, Hanif Sebut Gaji Tenaga Kerja Perawat RI Bisa Lebihi Menteri

UANG | 25 Juni 2019 12:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia dan Jepang kini sepakat menjalin kerjasama di bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di negara Sakura tersebut. Ada sejumlah sektor yang dibutuhkan Jepang dalam kerjasama pengiriman SDM dari Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, mengatakan salah satunya seperti perawat (nurse). Kemudian Building Cleaning Management; Machine Parts and Tooling Industries, Industrial Machiner, Industry Electric, Electronics, and Information Industries Construction Industries Shipbuilding and Ship Machinery Industry, Automobile repair and maintenance.

"Kalau kaya nurse ya bisa lebih tinggi dari menteri. Kisarannya bisa Rp 20 juta untuk skill worker per bulan," ujarnya di kantor Kemnaker, Selasa (25/6).

Menteri Hanif menjelaskan, dari kerjasama dengan Jepang ini, RI dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan khusus dari pemerintah Jepang.

Selain itu, hal ini juga sejalan dengan visi-misi pemerintah RI di mana pada tahun ini dan mendatang fokus pada pembangunan manusia.

"Iya, Jepang kan saat ini tengah menghadapi aging society. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja asing dan kita salah satunya," jelasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
RI Jalin Kerjasama Pengiriman Tenaga Kerja Berketerampilan Khusus ke Jepang
Pemerintah Buka Kemungkinan Revisi UU Ketenagakerjaan
Menteri Hanif Ungkap Kunci Tenaga Kerja RI Atasi PHK Akibat Kemajuan Teknologi
Menteri Hanif Sebut Insentif Pajak 200 Persen Bermanfaat Tekan Kerugian Perusahaan
Genjot Pendidikan Vokasi, Pemerintah Perkuat Politeknik, SMK dan BLK
Menperin: Investasi 6 Perusahaan di Karawang New Industry City Capai USD 100 Juta
Di KTT G-20 Jepang, Jokowi Akan Bahas Investasi hingga Ketenagakerjaan

(mdk/bim)