Kerugian Pariwisata Akibat Virus Corona Ditaksir Rp54 T, Rp38 T dari Turis China

Kerugian Pariwisata Akibat Virus Corona Ditaksir Rp54 T, Rp38 T dari Turis China
UANG | 8 Februari 2020 11:00 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, menyebut pemerintah mempunyai berbagai strategi baru dalam mengantisipasi dampak virus Corona pada pariwisata Indonesia. Mulai dari promosi besar-besaran hingga pembukaan pasar baru.

"Banyak strateginya. Kita bikin rute (penerbangan) baru, kita tingkatkan promosi yang lebih intensif, dan lagi dalam proses pembicaraan teknis untuk menyiapkan pasar baru," paparnya, di Kompleks Kemenkeu, Jakarta, kemarin.

Pemerintah Indonesia resmi menutup rute penerbangan dari dan ke China, sampai waktu yang belum ditentukan. Mulai Rabu (5/2) tepat pukul 00.00 WIB.

Hal ini berdampak negatif bagi sektor pariwisata dalam negeri. Menteri Wishnutama memperkirakan kerugian akibat virus Corona ini mencapai angka USD 4 miliar atau setara Rp54,6 triliun. Dengan rincian, sekitar USD 2,8 miliar atau senilai Rp38,2 triliun pendapatan negara hilang dari turis China.

"Ini bicara kerugian potensi satu tahun ya, kami kan tidak tahu kapan ini kelar (virus corona), mudah-mudahan ini cepat," tandasnya.

1 dari 1 halaman

KSP: Hingga 7 Februari Belum Ditemukan Kasus Virus Corona di Indonesia

7 februari belum ditemukan kasus virus corona di indonesia rev1

ua ratus lebih warga negara Indonesia (WNI) dievakuasi dari China setelah virus corona mewabah. Para WNI itu tidak langsung dikembalikan ke keluarganya karena harus menjalani masa observasi di Natuna.

Sejak virus itu merebak di China, belum ada masyarakat Indonesia terdeteksi suspect corona.

"Kami ingin infokan hingga 7 Februari 2020 per jam 12.00 siang belum ditemukan satupun kasus yang positif di Indonesia," kata Plt Deputi II Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Abetnego Tarigan, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Namun demikian, pemerintah meminta masyarakat selalu waspada dan tetap menjaga kesehatan. "Terkait dengan penanganan ini, kami sangat berharap dengan adanya pusat informasi, kita hindari stigmanisasi dan jangan menjadi diskriminasi," lanjut Abet.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melalui pemerintah telah melakukan sejumlah langkah tegas dalam upaya menghadapi penyebaran virus Corona. Salah satu langkah yang diambil pemerintah, yakni menghentikan penerbangan dari dan ke China.

"Juga pelarangan sementara impor dari Tiongkok. Kita juga mengatur ulang pemberian Visa," tegas dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Kemenhub Soal Pengamanan Cegah Penyebaran Virus Corona: Kita Sudah Siap
Warga Tolak RSJ Naimata Kupang jadi Lokasi Observasi 17 Mahasiswa Timor Leste
Virus Corona Mulai Pukul Pasar Keuangan Global, Bagaimana Nasib Indonesia?
Wabah Corona, Hong Kong Airlines Akan PHK 400 karyawan
KSP: Hingga 7 Februari Belum Ditemukan Kasus Virus Corona di Indonesia
Persediaan dari China Menipis, Harga Bawang Putih Tembus Rp70.000 per Kg

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami