Kerugian Pelarangan Sementara Umrah Diperkirakan Lebih dari Rp1 Triliun

Kerugian Pelarangan Sementara Umrah Diperkirakan Lebih dari Rp1 Triliun
Jemaah haji di Masjidil Haram. ©REUTERS/Ahmed Jadallah
UANG | 28 Februari 2020 14:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi menyebut bahwa jika diasumsikan keputusan penghentian tersebut diberlakukan selama 14 hari, maka total kerugian mencapai lebih dari satu triliun rupiah.

"Sebulan 110.000 jemaah mas kalau 14 hari setengah bulan jadi 60.000 dikali Rp20 juta," kata Syam di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (28/2).

Dia pun berharap supaya kebijakan Saudi tersebut tidak berlaku lama. "Memang kita berharap tidak akan terjadi," ucapnya.

Meski demikian, Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU dalam merespons kebijakan Arab Saudi yang melakukan pemberhentian sementara untuk menerima jemaah umrah asal Indonesia.

Baca Selanjutnya: Reschedule...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami