Kesalahan Data Bansos Harus Dihindari untuk Bantu Daya Beli Masyarakat

Kesalahan Data Bansos Harus Dihindari untuk Bantu Daya Beli Masyarakat
UANG | 8 Mei 2020 15:25 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Ketua Umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho mengingatkan bahwa sekecil apapun kesalahan data bantuan sosial Covid-19 harus dihindari. Pemerintah perlu memastikan penyalurannya benar-benar dialokasikan bagi masyarakat miskin yang terkena dampak Covid-19.

"Intinya, jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan. Pemerintah harus siap. Sebab, dampak Covid-19 ini sangat sistemik bagi kehidupan masyarakat, baik bidang kesehatan, sosial dan ekonomi," kata Hardjuno dikutip Antara, Jumat (8/5).

Dalam bidang ekonomi misalnya, Covid-19 ini membuat daya beli melemah. Oleh sebab itu, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat menjaga agar ekonomi rakyat tidak makin terpuruk.

Dalam kondisi wabah seperti saat ini, salah satu tugas pemerintah adalah mengurangi beban ekonomi rakyat. Hal ini termaktub dalam amanat konstitusi, yaitu untuk menyejahterakan rakyat (welfarestate), sehingga semua kebijakan yang dibuat harus untuk kepentingan rakyat.

Konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, telah menentukan pijakan Negara untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya.

Karena itu, penyaluran bansos oleh pemerintah harus benar dan tepat sasaran yang didukung data akurat dan valid sesuai kondisi riil di lapangan.

Namun sayangnya, Hardjuno melihat data penerima bansos belum akurat. Hal ini menimbulkan kegaduhan dan konflik lantaran meleset dari sasaran. Untuk itu, dia meminta pemerintah bekerja keras dan cerdas memperbaiki data penerima bansos ini.

"Ini menyangkut hidup dan matinya rakyat. Sekecil apapun kesalahan data harus dihindari," katanya.

Apalagi saat ini, lanjutnya, korban terdampak COVID-19 ini terus berjatuhan terutama dari kalangan pekerja di sektor informal. Bahkan, kini mulai merembet ke sektor formal bersamaan dengan melambatnya laju perekonomian yang menghantam sektor riil.

"Hampir dapat dipastikan membengkaknya jumlah warga rentan ekonomi akan diikuti dengan bertambahnya orang miskin baru," kata Hardjuno.

Baca Selanjutnya: Bantuan HMS...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami