Ketua MPR Sebut Resesi Ekonomi Akibat Covid-19 Terparah Sejak Perang Dunia II

Ketua MPR Sebut Resesi Ekonomi Akibat Covid-19 Terparah Sejak Perang Dunia II
krisis ekonomi. shutterstock
EKONOMI | 14 Agustus 2020 10:13 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan, resesi ekonomi akibat pandemi Virus Corona sudah hampir terjadi di seluruh negara. Resesi akibat virus baru tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah sejak Perang Dunia II.

"Bank Dunia melansir bahwa resesi sudah hampir pasti terjadi di seluruh wilayah ekonomi dunia. Resesi akibat Covid-19 ini merupakan yang terburuk dalam sejarah sejak Perang Dunia II," ujarnya dalam siang tahunan MPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah melansir proyeksi serupa. Bahkan, dalam outlook yang dipublikasikan pada bulan April 2020, IMF menyebut resesi kali ini lebih dalam daripada era Great Depression pada tahun 1930-an.

"Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) pun melansir proyeksi yang sama. Dalam laporan terbarunya, OECD menyebut, pandemi Covid-19 semakin membuat dunia terseret dalam jurang resesi terburuk di luar periode perang dalam 100 tahun," paparnya.

Bambang mengatakan, dampak ekonomi akibat Virus Corona sangat buruk sekali. Pemulihannya akan lambat dan krisis akan memiliki dampak yang bertahan lama, secara tidak proporsional mempengaruhi golongan masyarakat yang paling rentan.

"Jika tidak segera diatasi, efek domino resesi akan menyebar ke berbagai sektor, mulai dari macetnya kredit perbankan hingga lonjakan inflasi yang sulit dikendalikan atau sebaliknya deflasi yang tajam karena perekonomian tidak bergerak. Kemudian, neraca perdagangan akan menjadi minus dan berimbas langsung pada cadangan devisa," jelasnya.

Dalam skala riilnya, dampak resesi terhadap sebuah negara adalah meningkatnya pengangguran, anjloknya pendapatan, meningkatnya angka kemiskinan, merosotnya harga aset seperti pasar saham atau properti, melebarnya angka ketimpangan, tingginya utang pemerintah bersamaan dengan penerimaan pajak yang anjlok, serta produksi yang hilang secara permanen, dan bisnis gulung tikar. (mdk/azz)

Baca juga:
Ketua MPR: Banyak Negara Pentingkan Kesehatan, Namun Alami Resesi
Hindari Resesi, Indonesia Perlu Kebijakan Pemicu Kelas Menengah Kembali Berbelanja
Cegah Ekonomi Jatuh ke Jurang Resesi, Pemerintah Disarankan Cetak Uang Baru
Fenomena di Tengah Pandemi, Masyarakat Simpan Ratusan Juta Hingga Borong Emas
Pilkada Serentak dan Gaji ke-13 PNS Jadi Andalan Dorong Daya Beli
Menko Luhut: Kemungkinan Indonesia Masuk Resesi Ekonomi Itu Ada

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami