Kiat Sukses Bangun Bisnis Makanan ala Mahasiswa Pendiri Eat.Brow

Kiat Sukses Bangun Bisnis Makanan ala Mahasiswa Pendiri Eat.Brow
UANG | 9 Agustus 2020 15:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bisnis food and beverage mulai dari yang manis hingga makanan ringan semakin merajalela saat masa pandemi. Masyarakat melirik aktivitas ini sebagai salah satu ladang pemasukan di tengah menurunnya kondisi ekonomi.

Meski kelihatan sederhana, sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuka bisnis ini. Seorang mahasiswa yang menjadi wirausaha dengan bisnis bernama @eat.brow, Reinal Setiawan membagikan tips-tipsnya untuk membangun bisnis dengan modal kecil.

Dia menjelaskan, untuk modal awal, dirinya tidak meminjam ke bank atau ke orangtuanya. Melainkan memanfaatkan tabungan pribadi yang didapatkannya lewat memenangkan perlombaan memasak, projek memasak, sampai campaign product memasak untuk mengawali bisnisnya.

Pertama, tahap percobaan atau trial and error sangat penting. Menurutnya, fondasi sukses dari berbisnis salah satunya adalah totalitas. Tidak bisa hanya mengandalkan tutorial di YouTube, mencoba resep sekali dua kali, lalu langsung dijual.

"Lebih baik minta tolong kerabat, keluarga, atau teman yang kamu percaya buat nyicip dulu masakan kamu," ujar Reinal saat dihubungi Merdeka.com.

Hal ini dapat berguna untuk riset kecil-kecilan mengenai preferensi rasa yang disukai oleh masyarakat. Sehingga, target pasar juga bisa ditetapkan. Mau menargetkan usia yang lebih muda atau yang lebih tua.

Selain itu, posisikan diri sebagai pembeli. Jika ditawarkan makanan dengan bentuk atau rasa yang dihasilkan dari produk yang ingin dijual, apakah Anda ingin membeli? Maka dari itu, sebelum dijajakan ke banyak orang, selalu pastikan bahwa produk Anda benar-benar sudah layak bersaing dengan pasar.

Kedua, buat tampilan menarik. Pepatah 'Jangan Menilai Sesuatu dari Penampilan' sepertinya tidak bisa diterapkan untuk bisnis online. Karena, orang-orang tidak bisa melihat secara fisik atau mencicipi secara langsung produk Anda. Kesan pertama yang akan mereka dapatkan adalah bentukan visualnya.

Karena bisnis online dilakukan secara daring dan tidak memerlukan banyak biaya sewa, investasikan modal untuk memaksimalkan visual produk. Beli beberapa properti murah yang senada dengan makanan yang mau dijual atau minta tolong fotografer untuk memotret makanan kamu.

"Apalagi kalau jualannya di Instagram atau media sosial lain. Penting untuk menyusun feeds hingga tertata rapi. Ada banyak aplikasi mengedit, kok. Bahkan bisa pakai google slides," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Ketiga berani menjadi berbeda Bikin...

Halaman

(mdk/azz)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami