Kimia Farma bangun pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia

Kimia Farma bangun pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia
gedung kimia farma. flickr.com
EKONOMI | 10 Oktober 2016 17:15 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk bekerja sama dengan Sungwun Pharmacopia, perusahaan farmasi asal Korea Selatan, membangun pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri obat dalam negeri. Pabrik ini menelan biaya investasi Rp 132 miliar.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik bahan baku obat tersebut dilakukan oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman, Kepala BPOM Penny Lukito dan Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Dilansir dari Antara, Rusdi Rosman menyebutkan pabrik bahan baku obat akan dibangun secara bertahap di atas lahan seluas enam hektare dengan tahap awal pembangunan 5.000 meter persegi. Tahap selanjutnya, lanjut dia, akan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya untuk memenuhi kebutuhan produksi bahan baku obat.

Pabrik tersebut dibangun sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2017. "Adapun untuk komersialisasi hasil produksi Bahan Baku Obat Aktif (API) ini direncanakan pada awal 2018," ujarnya.

Jenis bahan baku obat yang akan diproduksi berjumlah delapan item yaitu Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, Pantoprazole, Esomeprazole, Rabeprazole, Clopidogrel dan Sarpogrelate dengan total kapasitas produksi 30 ton per tahun.

"Produksi delapan bahan baku obat tersebut untuk memenuhi 100 persen kebutuhan seluruh industri farmasi di Indonesia dan selebihnya untuk pasar ekspor," jelasnya.

Pabrik Kimia Farma juga akan memproduksi tujuh jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk kosmetika dan suplemen makanan (High Function Chemical, HFC) dengan seluruh hasil produk akan diekspor ke Korea, Jepang dan Amerika.

"Kebutuhan bahan baku obat ada 2.200 lebih, kita buat 15 (jenis), tahun berikutnya akan ada 20 (jenis) lagi," kata Rusdi.

Pengembangan pabrik bahan baku obat Kimia Farma akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya dengan menambah total 40 jenis bahan baku obat yang akan diproduksi. (mdk/bim)

Baca juga:

Meningkat tajam, saham Kimia Farma dan Semen Baturaja kena suspensi

Produk kecantikan dan obat lokal laris manis di Asia Tenggara

Lebarkan sayap di bisnis properti, Kimia Farma bangun hotel

Rupiah bergejolak, laba kotor Kimia Farma turun

Tahun ini, Phapros target ekspor obat-obatan ke Kamboja

BBM mahal, Sido Muncul manfaatkan limbah pabrik

Akuisisi perusahaan farmasi, Sido Muncul kantongi modal Rp 150 M

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami