Kinerja SILO Diprediksi Stabil, LPKR Ikut Rasakan Cuan

Kinerja SILO Diprediksi Stabil, LPKR Ikut Rasakan Cuan
RSU Siloam Hospital Surabaya. ©2020 Merdeka.com/siloamhospitals.com
EKONOMI | 13 Oktober 2021 14:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Analis Citigroup Securities Indonesia, Felicia Asrinanda Barus, memprediksi pendapatan dan EBITDA PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) stabil. Ini akan turut mendorong kinerja induk usahanya PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR).

Felicia mengatakan, pendapatan SILO pada tahun 2021-2023 memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6 persen per tahun, dengan margin bruto 45 persen-47 persen. Estimasi tersebut lebih konservatif karena penurunan kasus Covid-19 di Indonesia mulai semester II 2021.

"Pendapatan, margin bruto dan EBITDA margin SILO masih terbilang positif," ujarnya dalam riset ditulis Rabu (13/10).

Menurut Felicia, di semester I 2021, EBITDA margin SILO sebesar 29 persen, sedangkan sepanjang tahun 2021-2023 EBITDA margin diperkirakan berkisar 26 persen-27 persen. Kestabilan EBITDA margin turut didukung layanan pasien non Covid-19.

Pada semester I 2021, SILO membukukan pendapatan sebesar Rp3,81 triliun naik 51,7 persen year on year (YoY) dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp2,51 triliun. SILO juga meraih laba bersih Rp292 miliar. Pertumbuhan kinerja SILO pun dipastikan bakal mendongkrak kinerja induk usahanya, yaitu LPKR.

2 dari 2 halaman

Kinerja LPKR

kinerja silo diprediksi stabil, lpkr ikut rasakan cuan

Dalam laporan keuangan per Juni 2021, total pendapatan LPKR mencapai Rp7,23 triliun, dengan kontribusi bisnis healthcare sejumlah Rp3,81 triliun atau 52,72 persen. Sebagai pemegang saham utama, LPKR memiliki 55,4 persen saham SILO, sehingga bakal diuntungkan dengan peningkatan kinerja pengelola RS Siloam tersebut.

SILO sendiri memiliki jaringan rumah sakit terbanyak di Indonesia dengan portofolio 40 rumah sakit dan kapasitas tempat tidur sebanyak 3.726 unit.

CEO LPKR sekaligus Presiden Komisaris SILO John Riady menegaskan potensi industri kesehatan di dalam negeri untuk berkembang masih sangat tinggi.

"Suplai ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih minim dengan rasio 1,1 tempat tidur per 1.000 penduduk. Di negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia, rasio tempat tidur rumah sakit per 1.000 penduduk masing-masing mencapai 1,7 kali dan 1,8 kali."

"Pandemi Covid-19 yang sedang dialami juga menunjukkan tingginya kebutuhan akan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi. Kami punya misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," tegasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
CEO LPKR: Jika Indonesia Ingin Maju, Industri Kesehatan Perlu Dikembangkan
Tumbuh 102,4 Persen, EBITDA LPKR Semester I Capai Rp1,96 T
Siloam Diproyeksi Raup Laba 2021 Rp 622 M dan Pendapatan Rp 8 T, Dorong Kinerja LPKR
Terjadi Lagi di RS Siloam Kupang, Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Reaktif Covid-19
Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
Mulai 22 Juli, Siloam & Meikarta Beri Edukasi Panduan Isoman Lewat Seminar Gratis
SILO Diprediksi Raup Pendapatan Rp8,12 T dan Laba Rp463 M di 2021

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami