Kisah Bos Zara, Anak Pekerja Kereta Api Sukses Jadi Miliuner Dunia

Kisah Bos Zara, Anak Pekerja Kereta Api Sukses Jadi Miliuner Dunia
Amancio Ortega. CNBC©2015
UANG | 28 Januari 2021 09:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Amancio Ortega dikenal gila bekerja dan tidak suka tampil di depan publik. Dia jarang difoto atau diwawancarai, tapi suka makan di kantin perusahaannya dan dilaporkan menghabiskan 25 tahun di dalam hidupnya tanpa berlibur.

Ortega merupakan salah satu orang terkaya, sekaligus merupakan peritel pakaian terkaya di dunia. Dia adalah pelopor fast fashion dan mendirikan Inditex yang dikenal dengan merek Zara.

Berdasarkan the real-time billionaires list Forbes, Ortega merupakan orang ke-14 terkaya di dunia saat ini. Total kekayaannya tercatat mencapai USD 71,4 miliar atau sekira Rp 1 kuadriliun (kurs Rp14.096 per USD).

Pengusaha asal Spanyol ini memiliki sekira 60 persen saham Inditex dengan delapan merek terkenal selain Zara, termasuk Massimo Dutti dan Pull & Bear, serta 7.500 toko di seluruh dunia.

Ortega biasanya menghasilkan lebih dari USD 400 juta dalam bentuk dividen dalam satu tahun. Dia telah menginvestasikan dividennya terutama di real estate di Madrid, Barcelona, London, Chicago, Miami, dan New York.

Seperti sejumlah cerita keberhasilan miliuner lain, Ortega tidak berasal dari keluarga kaya raya. Dikutip dari BBC pada Rabu (27/1), putra pekerja kereta api ini lahir pada 1936, tepat sebelum pecahnya perang saudara di Spanyol.

Keluarga itu berjuang keras memenuhi kebutuhan, dan ini meninggalkan kesan abadi pada dirinya sebagai seorang anak laki-laki.

"Suatu hari, dia dan ibunya pergi membeli beberapa bahan makanan. Dari bawah konter, dia mendengar seseorang mengatakan kepada ibunya 'Senora, kami tidak bisa memberi utang lagi'," kata penulis biografi pendiri Zara tersebut, Covadonga O'Shea.

Menurut penuturan O'Shea, Ortega masih merasa malu atas ketidakmampuan keluarganya untuk membayar. "Ketika Amancio memberitahu kepada saya tentang hal ini, dia sangat emosional. Dan dia mengatakan kepada saya, 'saya sangat terluka dan terhina'," tutur O'Shea.

Ortega pun bersumpah tidak akan membuat keluarganya menderita kemiskinan lagi. Dia kemudian putus sekolah dan bekerja di sebuah toko baju.

Baca Selanjutnya: Memulai Zara dan Inditex...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami