Kisah CEO Startup Ukraina Tetap Jalankan Perusahaan di Tengah Perang

Kisah CEO Startup Ukraina Tetap Jalankan Perusahaan di Tengah Perang
Kapal perang Rusia. ©EPA via Al Jazeera
EKONOMI | 13 Agustus 2022 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kisah mengharukan datang dari seorang CEO perusahaan startup asal Ukraina, Aleksandr Volodarsky. Kisah ini dimulai saat dia membagikan pengalamannya menanggung tantangan di tengah situasi krisis.

Mengutip CNBC International, Volodarsky membagikan pengalaman ketika harus membuat keputusan sulit yang tidak banyak dilakukan oleh sebagian besar CEO di dunia. Keputusan tersebut yaitu menjalankan startup di Ukraina yang tengah dilanda perang.

"Masalah terbesar adalah tidak memiliki karyawan di tempat bekerja. Salah satu (karyawan) yang berjuang di garis depan saat perang adalah kepala pemasaran kami," kata pendiri Lemon.io, marketplace online freelance untuk pengembang perangkat lunak.

Ketika perang Rusia -Ukraina pecah pada bulan Februari 2022, Volodarsky mengatakan kepada 60 stafnya bahwa pekerjaan mereka akan dipertahankan dan mereka akan terus digaji. Bahkan jika harus dimobilisasi atau berjuang secara sukarela.

"Sudah ada banyak orang yang kehilangan pekerjaa, ini sangat membantu karena jika Anda harus melalui pengalaman ini dan juga mengkhawatirkan penghasilan Anda, itu seperti kecemasan ganda," beber dia.

"Jika Anda kehilangan pekerjaan, akan jauh lebih sulit untuk melewati (krisis) ini," tuturnya.

"Kita memutuskan untuk menggaji karyawan hingga dua bulan, sehingga mereka punya uang tunai. Apa pun yang terjadi, masyarakat selalu membutuhkan uang tunai. Sistem perbankan bisa turun, apa pun bisa terjadi," cerita dia.

Tak lama setelah keputusan itu, bank sentral Ukraina menangguhkan transfer tunai elektronik pada hari yang sama ketika konflik dengan Rusia mulai pecah di negara itu.

Saat perang terjadi, ATM di seluruh wilayah Ukraina mulai kehabisan uang tunai, dan beberapa warga dilaporkan rela mengantre berjam-jam hanya untuk menarik uang USD 33.

"Ini sangat menantang. Lima bulan terakhir agak berantakan, tetapi masyarakat masih yakin bahwa jika lanjut bekerja, mereka memiliki (rasa) keamanan," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Negara Manfaatkan Perang Rusia-Ukraina

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan fakta menarik. Ternyata ada sebagian negara yang dengan sengaja memanfaatkan situasi perang Rusia dan Ukraina dan konflik China dengan Taiwan untuk kepentingan ekonomi.

"Terkait konflik Ukraina sama Rusia, ada beberapa negara yang memanfaatkan ekonomi dari kondisi itu. Ada," ujar Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Ekonomi Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat di Kantor BKPM Jakarta, Senin (8/8).

Tak berbeda jauh dengan konflik geopolitik terbaru yaitu antara China dan Taiwan. ada beberapa negara juga menggunakan kesempatan konflik tersebut untuk keuntungan ekonomi. Konflik antara China dan Taiwan dimulai saat Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Bahlil menerangkan, perang sendiri tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas ekonomi. Mengingat, perang justru akan menimbulkan potensi ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan oleh sejumlah negara.

"Ingat ada satu cerita di dunia sekarang, perang itu bukan berarti ekonomi tidak jalan. Bahkan, ada sebagian yang mencari manfaat (ekonomi) positif," tandasnya.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Wawali Depok Dorong Anak Muda Bikin Bisnis Startup, Ini Alasan di Baliknya
Kolaborasi Bibit.id x Antidot Inginkan Investasi Sebagai Gaya Hidup Anak Muda
Hidup Penuh Liku, Pria Ini Sukses Bikin Startup Video Game Senilai Rp1,57 Triliun
Startup Indodax Kembali Gelar Festival Film Pendek, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah
Pasca Diakuisisi, Sribu Targetkan 25 Ribu Pekerjaan Freelance
Strategi Jitu Membangun Startup untuk Pebisnis Pemula

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini