Kisah Pendiri Whatsapp Jan Koum, Pernah Melamar di Facebook Tapi Ditolak

Kisah Pendiri Whatsapp Jan Koum, Pernah Melamar di Facebook Tapi Ditolak
Jan Koum dan Brian Acton. ©2014 Dailymail
EKONOMI | 5 Oktober 2022 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jan Koum adalah seorang pengusaha dan pemrogram komputer Amerika Ukraina. Dia adalah salah satu pendiri dan mantan CEO dari WhatsApp. Sampai hari ini, kekayaan bersih Koum diperkirakan mencapai USD 10,4 miliar atau setara dengan Rp 152 triliun.

Meskipun dia menghadapi kemiskinan ekstrem, dia terus belajar sendiri mengenai pemrograman komputer. Hingga akhirnya Koum berhasil membangun perusahaan senilai miliaran dolar dengan rekannya, Brian Acton dan sukses dalam waktu lima tahun.

Jan Koum lahir di Kyiv, Ukraina, pada 24 Februari 1976. Ayahnya bekerja di bidang konstruksi sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Pada tahun 1992, dia yang berusia 16 tahun saat itu bersama ibu pindah dari Uni Soviet ke Mountain View, California, Amerika Serikat untuk memulai hidup baru.

Perpindahannya juga didasari bahwa selama ini hidupnya sangat tidak mudah karena dikelilingi oleh komunis yang dirasa membatasi kehidupan. Sehingga setelah runtuhnya Eropa Timur, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Amerika. Sayangnya, ayahnya tidak bisa bergabung dengan mereka di Amerika sehingga harus hidup terpisah.

Dengan adanya program dukungan sosial, itu membantu pasangan ibu dan anak ini untuk mendapatkan apartemen kecil dengan dua kamar tidur di Amerika. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan, ibu Koum bekerja sebagai babysitter sementara Koum mengambil pekerjaan sebagai petugas kebersihan di sebuah toko kelontong agar bisa terus membiayai hidup. Namun pada tahun 2000, ibunya meninggal setelah lama berjuang melawan kanker.

Pada usia 18, Koum menunjukkan minat dalam pemrograman dan belajar sendiri cara membuat kode. Dia juga terdaftar di Universitas Negeri San Jose dan pada tahun pertamanya, dia bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young. Untuk mendapatkan lebih banyak eksposur, dia bergabung dengan grup keamanan komputer bernama w00w00.

Selama waktu itu, dia bertemu Brian Acton, mitra bisnis masa depannya. Pada tahun 1997, Yahoo! mempekerjakannya hingga dia harus putus kuliah untuk fokus bekerja. Kemudian setelah selama sembilan tahun, Koum dan Acton bekerja di Yahoo! bersama. Pada tahun 2007, keduanya berhenti dan berusaha melamar di Facebook tetapi ditolak.

2 dari 2 halaman

Membuat WhatsApp

kisah pendiri whatsapp jan koum, pernah melamar di facebook tapi ditolak

Pada tahun 2009, Jan Koum terus mengembangkan idenya untuk membangun sebuah aplikasi baru. Pada hari ulang tahunnya, dia secara resmi mendirikan WhatsApp Inc. di California. Dengan bantuan seorang pengembang Rusia, dia membangun front-end platform perpesanan.

Awalnya, aplikasi ini tidak populer. Namun, setelah peluncuran pemberitahuan di Apple, WhatsApp mulai mendapatkan pengguna. Segera, dia meyakinkan Brian Acton untuk bergabung dengan perusahaan. Hingga pada tahun 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai USD 19 miliar.

Di tahun 2015, WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan paling populer dan saat ini memiliki lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia. “Kami tidak akan berhenti sampai setiap orang di planet ini memiliki cara yang terjangkau dan dapat diandalkan untuk berkomunikasi dengan teman dan orang yang mereka cintai,” kata Koum suatu kali

Namun setelah tinggal selama beberapa tahun, Jan Koum bersama temannya Brian meninggalkan Facebook karena beberapa perselisihan. Hari ini, kekayaan bersih Jan Koum adalah sekitar USD 10,4 miliar. Setelah meninggalkan WhatsApp, Koum dan istrinya memulai sebuah organisasi untuk tiga badan amal mereka. Pasangan ini telah menyumbangkan 1 miliar dolar untuk tujuan filantropi.

Jan Koum menyumbangkan USD 2 juta untuk kampanye Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC). Koum sekarang adalah pemegang saham Facebook terbesar keempat dan dia juga menjadi runner-up di 8th Annual Crunchies Awards 2015 dalam kategori Founder of the Year. Selain itu, Koum pernah berada di posisi no. 62 dalam daftar Forbes sebagai 400 Orang Amerika Terkaya pada tahun 2014.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah (mdk/azz)

Baca juga:
Berani Berubah: Tekad Kuat Penjaga Hutan Sumba
Kisah Sukses Miliarder Leonardo Del Vecchio, Habiskan Masa Kecil di Panti Asuhan
Pria Ini Pindah ke Desa dan Menjadi Petani Rempah, Berkolaborasi dengan Warga Sekitar
Dulu Hidup Susah Tidur Beralas Kardus, Kini Pria Ini Sukses jadi Bos Warung Nasgor
Mengenal Sheryl Sandberg, Pejabat Tinggi Perempuan Pertama di Meta
Konferensi TBN Asia 2022: Impact Trip ke Gerasa yang Menajamkan Rasa

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini