Komisi II DPR: UU ASN Tidak Berpihak pada Cita-Cita Nasional

Komisi II DPR: UU ASN Tidak Berpihak pada Cita-Cita Nasional
PNS. datakudatamu.wordpress.com
UANG | 18 Januari 2021 14:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PPP Syamsurizal mengatakan, Undang-undang negara nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara secara filosofis, sosiologis dan yuridis ternyata memiliki banyak persoalan yang menjauhkan negara dari tujuan hukumnya.

"Undang-undang ASN ternyata tidak berpihak kepada cita-cita nasional yang tertuang didalam pembukaan undang-undang dasar negara Republik tahun 1945, yang menjadi tujuan dari negara hukum itu sendiri," kata Syamsurizal dalam Raker Komisi II DPR dengan MenPAN RB, Senin (18/1).

Menurutnya muatan rancangan undang-undang perubahan atas undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN berdasarkan aturan hukum tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban. Namun untuk mencapai tujuan nasional, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, dalam perspektif hak asasi manusia setiap manusia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, dihargai dan diperlakukan secara adil dalam kehidupan mereka. Karena manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan memiliki Hak asasi yang harus dihormati oleh siapa saja sebagaimana yang telah diamanatkan dalam pasal 28 di undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945.

"Setiap orang berhak atas pengakuan jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang Adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja," jelasnya.

Oleh karena itu dalam salah satu usulan terkait perubahan UU ASN, anggota Komisi II DPR meminta Pemerintah melakukan pengangkatan tenaga honorer. Baik tenaga honorer pegawai tidak tetap, pegawai tetap non PNS, pegawai pemerintah non pegawai negeri, dan tenaga kontrak yang bekerja di instansi pemerintahan.

"Secara terus-menerus serta diangkat berdasarkan surat keputusan wajib diangkat menjadi PNS secara langsung dengan memperhatikan batas usia pensiun," ujarnya.

Kemudian, Komisi II DPR meminta agar diberikan hak atas jaminan pensiun kepada PPPK. Mengingat beban kerja PPPK yang sama dengan PNS, maka dalam rancangan undang-undang perubahan atas undang-undang ASN juga dirumuskan pasal yang menyesuaikan hak PPPK dengan hak PNS yakni hak atas gaji, tunjangan dan fasilitas, cuti, pengembangan kompetensi, jaminan pensiun dan jaminan perlindungan.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Dinilai Tak Punya Kepentingan Kuat, KASN Diusulkan Dibubarkan
Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN Saat Pilkada, Bawaslu Laporkan 1.000 Kasus ke KASN
Bawaslu Catat 64 ASN di Sumbar Langgar Netralitas saat Pilgub
Nasib Pegawai 10 Lembaga Negara Nonstruktural yang Dibubarkan Jokowi
HUT ke 49 KORPRI, Tjahjo Kumolo Berharap ASN Makin Profesional
Bawaslu Jabar Banyak Terima Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami