Komisi IV DPR Sentil Mentan Syahrul Soal Lumbung Pangan Kalteng

Komisi IV DPR Sentil Mentan Syahrul Soal Lumbung Pangan Kalteng
UANG | 14 September 2020 14:36 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pembahasan mega proyek Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) antara Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berlangsung panas. Sudin meragukan klaim Mentan atas rencana penyelesaian masa tanam padi di lahan intensifikasi seluas 30.000 Ha atau tepatnya 28.315 Ha di akhir tahun ini.

Mentan mengatakan, mega proyek lumbung pangan di wilayah Kalteng dibangun di atas lahan potensial seluas 164.598 hektare (Ha). Targetnya di akhir tahun 2020, yakni telah selesainya penanaman padi di atas lahan intensifikasi sebesar 30.000 Ha.

"Kita targetkan pada 2020 ini, dilakukan pengolahan lahan melalui intensifikasi pertanian seluas 30.000 Ha. Dengan harapan dapat menyumbang produksi pangan pada akhir tahun ini," jelasnya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, Senin (14/9).

Menyikapi pemaparan Mentan, Sudin langsung mencecar mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut. Menurut Sudin, dengan sisa waktu yang ada target tanam padi intensifikasi seluas 30.000 Ha dianggap sulit dicapai. Terlebih infrastruktur pendukung di lapangan dalam kondisi yang tidak siap untuk digunakan.

"Yang saya tanyakan, bisa tidak di akhir tahun ini target tercapai. Waktu kita, September, Oktober, November, Desember bisa menanam 30.000 Ha? Kemudian, saya pernah menengok ke sana. 30.000 Ha itu sarana pendukungnya masih rusak berat setahun yang lalu, ya. Januari atau Februari saya sudah meninjau ke sana. Rusak berat masih dalam perbaikan," paparnya

Meski demikian, Mentan masih optimis bahwa target lahan 30.000 ha bisa dicapai di akhir tahun ini. Sebab pihaknya mengklaim telah melakukan intervensi untuk memastikan kesiapan sejak April lalu.

"Dari 164.000 Ha yang dicanangkan, yang mungkin dengan irigasi yang tersedia hanya sekitar 85.000 Ha. Dari 85.000 Ha itu yang memang sangat layak dimasuki 2020 itu hanya 30.000 Ha. Apalagi di sana sudah mulai dilakukan sebenarnya. Dan lebih banyak pada lahan yang sudah kita intervensi pada bulan April, dan ini masuk pada penanaman intensifikasi di 30.000 Ha itu. Jadi kami sure, di 30.000 Ha itu kita bisa masuk. Tapi memang dengan kerja yang lebih kuat dan irigasi sudah terbenahi," jelasnya.

Tak puas dengan jawaban Mentan, Sudin mengaitkan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan target Mentan tersebut. Mengingat diwilayah tersebut jumlah sebaran petani relatif kecil.

"Mungkin tidak dengan SDM-nya? Ini yang jadi pertanyaan saya. Setidaknya kalau saya hitung kita butuh lebih dari 100.000 orang petani. Jangan target setinggi langit, tapi pencapaian se kaki bukit. Saya tidak mau target terlalu tinggi, tiba-tiba tidak tercapai," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Berusaha meyakinkan Sudin menurut Mentan...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami