Komisi VI: Ahok Harusnya Lakukan Komunikasi Internal Sebelum Umbar Masalah Pertamina

Komisi VI: Ahok Harusnya Lakukan Komunikasi Internal Sebelum Umbar Masalah Pertamina
UANG | 20 September 2020 14:44 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Subardi menilai upaya Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengumbar persoalan internal Pertamina sangat tidak tepat. Sebab, sebagai Komisaris Utama mestinya dia bisa melakukan perbaikan yang ada di dalam tubuh Perseroan.

Dia mengatakan, sebagai Komisaris Utama, Ahok memiliki peran pengawasan luar biasa kepada Pertamina. Bahkan, jika perlu Ahok bisa mengambil keputusan dan tindakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ketika terjadi persoalan di dalam perusahaan. Sehingga bisa menemukan titik persoalan.

"Hal-hal yang memang merugikan perusahaan, mestinya Ahok bisa mampu (selesaikan), tidak usah teriak minta tolong orang lain," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (20/9).

Dia mengatakan, dengan diumbarnya persoalan ke eksternal seluruh masyarakat pun pada akhirnya mengetahui kinerja dari Pertamina. Harusnya Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih dulu melakukan komunikasi di lingkungan internal Perseroan.

"Harusnya internal dulu, mengoptimalkan fungsi yang dia miliki, kewenangan yang dia miliki. Coba dirapatkan dengan sesama komisaris, komisaris kan enggak sendiri. Dia ada komut, kemudian komisaris biasa, dan sebagiannya. Rapatin lah, minta tanggapan komisaris itu yang ada. Baru kemudian ditegur, ajak rapat namanya direksi. Dari direktur dan lain-lain. Di situ lah langkah perbaikan itu yang sesuai," jelas dia

Terkait dengan pemanggilan Ahok, Politisi Partai Nasdem itu memandang sebuah langkah tepat. Sebab, salah satu pembina dari perusahaan BUMN yakni Menteri BUMN, Erick Thohir. Sehingga, wajar jika Erick Thohir melakukan pengawasan di seluruh perusahaan pelat merah.

"Jadi dia (Erick Thohir) punya hak memanggil, bukan menyalahkan, bukan menegur atau apa tapi menegur untuk minta pendapat, masukan, dan menanyakan apa yang terjadi. Nah dengan kewenangannya kemudian melakukan perbaikan ke depan. Memerintahkan kepada BUMN yang ada melakukan perbaikan," katanya.

Baca Selanjutnya: Ahok Bongkar Masalah di Pertamina...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami