Komisi VII dan Kementerian ESDM Sepakati Asumsi Makro 2021, Ini Rinciannya

Komisi VII dan Kementerian ESDM Sepakati Asumsi Makro 2021, Ini Rinciannya
UANG | 29 Juni 2020 16:19 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyetujui Asumsi Dasar Makro sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2021. Di mana Harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) ditetapkan rentang USD 42-45 per barel.

"Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM menyetujui harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di rentang USD 42-45 per Barel," ujar Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (29/6).

Sugeng menjelaskan bahwa sejatinya tidak ada satu pihak pun yang bisa memastikan harga ideal ICP. Sebab, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi ICP, di antaranya faktor fundamental, yakni adanya hukum supply and demand.

Artinya, ketika supply ICP meningkat, maka harga ICP anjlok. Kondisi ini pernah terjadi saat beberapa bulan sebelumnya, di mana supply minyak mentah, OPEC plus sangat luar biasa. Ditambah dengan Amerika yang memproduksi minyak mentah hingga 15 juta per barel.

"Hal tersebut membuat pasar benar-benar dibanjiri oleh minyak mentah, yakni sebanyak 110 juta barel. Sementara konsumsi minyak dunia turun hampir 50 persen, sehingga harga minyak mentah saat itu anjlok," jelas politisi Partai NasDem itu.

Baca Selanjutnya: Faktor Lain...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami