Kondisi Garuda Indonesia: Pendapatan Anjlok 90% & 70% Pesawat Dikandangkan

Kondisi Garuda Indonesia: Pendapatan Anjlok 90% & 70% Pesawat Dikandangkan
Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 2 Juni 2020 17:06 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut bahwa pendapatan perseroan anjlok hingga 90 persen akibat pandemi Covid-19. Selain itu, 70 persen pesawat juga dikandangkan karena sejumlah rute tidak beroperasi.

"Untuk Garuda sendiri, pendapatan kami menurun hampir di level 90 persenan. Pesawat kita 70 persen parkir di-grounded. Mayoritas penerbangan itu ‘load factor’-nya (tingkat keterisian) di bawah 50 persen. Jadi ini imbasnya sangat berat bagi Garuda dan maskapai lain," kata Irfan dalam webinar dikutip Antara, di Jakarta, Selasa (2/6).

Dia menambahkan, penerbangan merupakan industri yang sangat terdampak dengan adanya pandemi ini karena mobilitas harus dibatasi, sementara mobilitas merupakan fundamental di industri penerbangan. Selain itu, dampaknya juga bukan hanya berhenti di maskapai, melainkan pula di bandara, perhotelan dan restoran ketika penerbangan terganggu.

"Yang lebih berat lagi, maskapai pada dasarnya industri yg sangat ‘capital intensive’ (padat modal) dan marginnya di bawah double digit. Begitu ada goyangan seperti ini akan sangat goyang sekali. Tadi ada grafik yang menyatakan saat awal Maret menukik drastis mulai dari penumpang dan pendapatan," katanya.

Baca Selanjutnya: Jaga Konektivitas...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami