Kondisi pasar tidak stabil, Blue Bird turunkan harga saham

UANG | 5 November 2014 12:20 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - PT Blue Bird Tbk, menurunkan harga saham dan jumlah saham pada saat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Kondisi ketidakpastian pasar global juga menjadi salah satu penyebab Blue Bird turunkan harga sahamnya.

"Kondisi pasar domestik dan global, waktu itu (bookbuilding) sedang berfluktuatif cukup tinggi, belum ada kepastian, jadi kita turunkan harganya dan jumlah saham yang dilepas," ujar Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimasie, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (5/11).

Robert menilai penurunan saham tersebut untuk memberikan rasa nyaman pada calon investor yang ingin investasi di Blue Bird. Selain itu, kata dia, penurunan harga saham tersebut akan membuat investor tidak merasa rugi.

Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro mengatakan, saham Blue Bird, bukan hanya ditawarkan di Indonesia tetapi ditawarkan di beberapa negara seperti Kuala Lumpur, Singapura, Hongkong, London, New York, dan Boston. "Hasilnya memuaskan, di mana pada akhir masa book building saham perseroan mengalami oversubscribe beberapa kali," kata Purnomo.

Harga penawaran perdana saham yang ditawarkan waktu itu di kisaran Rp 7.200 sampai Rp 9.300 per saham. Namun, akhirnya perseroan menetapkan harga perdana saham di angka Rp 6.500 per saham. Sementara, jumlah saham yang akan dilepas awalnya sebanyak 531,4 juta saham, akan tetapi kenyataannya Blue Bird hanya melepas 376,5 juta saham.

Tercatat, saham BIRD pada pencatatan perdananya hari ini, di buka menguat 600 poin atau 9,23 persen jadi Rp 7.100 dari harga yang ditetapkan perseroan sebesar Rp 6.500 per saham. Perusahaan operator taxi ini merupakan emiten ke 19 yang listing pada tahun ini, meraup dana segar dari hasil IPO sebesar Rp 2,44 triliun dari jumlah saham yang dilepas 376,5 juta saham.

Dana tersebut, sebanyak 53,04 persen akan digunakan untuk melunasi pinjaman, sedangkan 46,96 persen akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan dan entitas anak. Adapun penjamin emisi pelaksana, perseroan menunjuk PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT UBS Securities Indonesia. (mdk/arr)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.