Konsorsium LG Bakal Produksi 3,5 Juta Unit Baterai Kendaraan Listrik per Tahun

Konsorsium LG Bakal Produksi 3,5 Juta Unit Baterai Kendaraan Listrik per Tahun
Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 8 Juni 2022 13:51 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Konsorsium LG yang bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Antam akan memproduksi baterai kendaraan listrik sebanyak 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun. Produksi ini dialkukan melalui investasi proyek grand package di KIT Batang, Jawa Tengah.

President LG Energy Solution, Lee Bang Soo mengatakan, proyek tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk mengembangkan kawasan industri Batang menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting di Asia Tenggara di masa depan.

"Proyek grand package ini merupakan proyek skala besar yang dapat mendukung produksi baterai kendaraan listrik sebesar 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun," katanya.

Lee Bang Soo mengatakan, proyek yang akan dibangun di lahan seluas 275 hektare itu akan menerapkan teknologi terbaru konsorsium LG.

"Proyek grand package ini akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 tahun ke depan," katanya.

Konsorsium LG akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan PLN untuk mengoperasikan pabrik dengan energi daur ulang yang sejalan dengan tren ESG global.

Konsorsium LG juga akan bekerja sama dengan Antam dan IBC untuk memproduksi baterai kendaraan listrik secara massal. Kedua pihak rencananya akan menandatangani kesepakatan joint venture (JV) pada September 2022.

2 dari 2 halaman

Investasi Rp142 Triliun

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan investasi proyek grand package merupakan bagian dari investasi untuk membangun ekosistem baterai listrik di Indonesia senilai USD 9,8 miliar (setara Rp142 triliun).

Investasi proyek grand package itu juga merupakan implementasi rencana tahap kedua dari investasi senilai 9,8 miliar dolar AS tersebut.

Kerja sama dengan Konsorsium LG juga merupakan tindak lanjut perintah Presiden Jokowi untuk bisa membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

"Sejak perintah Bapak Presiden kepada kami di akhir 2019, untuk bagaimana membangun ekosistem EV battery, maka langkah komprehensif dan terukur telah kita lakukan. Pertama, Hyundai, mobil listrik sudah berdiri dan sudah berproduksi. Kemudian, baterai," kata Bahlil. (mdk/idr)

Baca juga:
LG Bangun Pabrik Baterai Listrik di Batang, Investasi Capai Rp142 Triliun
Menteri Bahlil Lapor ke Jokowi: Nilai Tambah Investasi LG Capai USD 5,18 Miliar
Jokowi Pastikan Proyek Investasi Industri Baterai Listrik Tak Jawa Sentris
PLN Bangun 27 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di 5 Destinasi Wisata
Negosiasi Menko Luhut Tawarkan Industri Hijau Kaltara ke Elon Musk

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini