Konsumsi BBM di Jawa Timur dan Bali Turun dalam Tiga Minggu Terakhir

Konsumsi BBM di Jawa Timur dan Bali Turun dalam Tiga Minggu Terakhir
UANG | 6 April 2020 12:23 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Di tengah pandemi Virus Corona, Pertamina tetap siaga menjamin pasokan energi nasional aman dan mencukupi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur dan Bali. Saat ini, pasokan BBM yang ada di Fuel Terminal di wilayah Jawa Timur dan Bali dalam jumlah yang aman.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji mengatakan, jelang tiga minggu masa pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina mencatat terdapat penurunan konsumsi BBM. Meski demikian, pihaknya terus memantau pasokan dan penyaluran BBM kepada masyarakat.

"Walaupun konsumsi BBM terus turun, kami tetap memonitor pasokan dan penyaluran ke masyarakat," ujar Rustam melalui siaran pers di Jakarta, Senin (6/4).

Berdasarkan data penyaluran 27 Maret hingga 3 April, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Jawa Timur turun 28 persen menjadi rata-rata 9.300 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 12.900 kilo liter per hari. Sedangkan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 15 persen dari kondisi normal 6.000 kilo liter per hari menjadi 5.100 kilo liter per hari.

Untuk konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Bali turun 40 persen menjadi rata-rata 1.630 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 2.730 kilo liter per hari. Dan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 25 persen dari kondisi normal 560 kilo liter per hari menjadi 420 kilo liter per hari.

"Di sisi lain, terjadi peningkatan konsumsi LPG Sektor Rumah Tangga, baik LPG Subsidi kemasan 3 kg, maupun LPG Non-Subsidi seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg," tambah Rustam.

1 dari 1 halaman

Konsumsi Elpiji naik

naik

Pada periode 27 Maret hingga 3 April, tercatat ada kenaikan tipis LPG sektor rumah tangga di Jawa Timur, dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 4.200 MT per hari. Sementara untuk Bali, tercatat ada kenaikan LPG sektor rumah tangga sebesar 8 persen dari rata-rata 680 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 740 MT per hari.

Pertamina terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG khususnya LPG Subsidi 3 kg, termasuk apabila ada permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Pantauan kami, penurunan konsumsi BBM dan kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga ini sejalan dengan anjuran yang disampaikan Pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus COVID-19," jelas Rustam.

Rustam memastikan operasional distribusi BBM dan LPG tetap berjalan normal, dengan pengaturan personil dan tempat kerja yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135.

"Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk #DiRumahSaja," pungkasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Pertamina Patra Niaga Sediakan Makanan Sehat untuk Tenaga Medis di RS Pelni
Pertamina Patra Niaga Bantu Warga Sekitar TBBM Plumpang Lawan Covid-19
Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah Penuhi Pasokan Saat Wabah Corona
Proyek Kilang Cilacap, Pertamina Beri Tenggat Waktu Aramco Hingga April 2020
Ada Pemangkasan Anak Usaha, BUMN Pastikan Tak Ada PHK Pekerja
Pertamina Tutup 7 dan Gabungkan 18 Anak Usaha yang Kerap Rugi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami