Konsumsi Listrik UKM Jatim Tetap Tumbuh Saat Sektor Lain Turun Selama Pandemi

Konsumsi Listrik UKM Jatim Tetap Tumbuh Saat Sektor Lain Turun Selama Pandemi
Petugas PLN mengecek meteran listrik. Istimewa
UANG | 13 November 2020 16:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UID JATIM menyebut konsumsi energi listrik di Jawa Timur masih relatif bertahan saat pandemi covid-19. Di mana, rata-rata pertumbuhan di 2,65 persen.

"Walaupun secara nasional pertumbuhan hanya 0,3 persen," kata General Manager PT PLN (Persero) UID JATIM, Nyoman S. Astawa, dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable: Utilities Industry Perspective, Jumat (13/11).

Sementara untuk konsumsi listrik di Jawa, Madura, Bali yang menyumbang penjualan energi listrik PLN terbesar malah terkontraksi 1,57 persen. Dirinya menyebutkan secara detail dari sisi segmen pasar di Jawa Timur pelanggan sosial mengalami penurunan -4,64 persen.

"Karena kita tahu dengan pandemi ini dengan adanya protokol kesehatan maka beribadah pun lebih banyak dari rumah. Kemudian pelanggan industri sendiri itu turun -4,62 persen di mana industri besar turun -4,87 persen ini sebagian besar adalah industri baja dan semen yang ada di Jawa Timur," jelasnya.

Selanjutnya, dari sisi bisnis kecil itu masih tumbuh yaitu sebesar 3,64 persen. Sementara, di segmen bisnis besar besar seperti Mal, pusat perkantoran dan lain sebagainya konsumsi listriknya turun signifikan mencapai 15 persen.

"Kemudian sisi rumah tangga mengalami peningkatan konsumsi paling tinggi 13 persen ini bisa dimaklumi karena sekarang semua kegiatan dari rumah, ke sekolah dari rumah, kerja dari rumah," ujarnya.

Dia menegaskan sebenarnya sektor bisnis dan industri kecil masih bertahan. "Kalau dilihat dari konsumsi kita optimistis bahwa industri kecil bisnis kecil itu masih tumbuh walaupun cukup kecil," pungkasnya.

Baca Selanjutnya: Mulai 3 Mei PLN Gratiskan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami