Kontraksi Ekonomi di Kuartal II Jadi Bukti Rapuhnya Strategi & Kebijakan Ekonomi

Kontraksi Ekonomi di Kuartal II Jadi Bukti Rapuhnya Strategi & Kebijakan Ekonomi
UANG | 6 Agustus 2020 17:24 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2020 sebesar -5,32 persen secara year on year (yoy) menjadi bukti bahwa rapuhnya strategi dan kebijakan ekonomi selama ini. Dalam pandangan dia, ini terjadi bukan sepenuhnya diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

"Kemandirian diabaikan, sektor utama kontributor perekonomian atas pertanian, industri, dan perdagangan tidak mendapat dukungan kebijakan yang cukup untuk mengakselerasi perekonomian. Lebih dari itu usaha-usaha skala UMKM baru dirawat dan keluar kebijakan pendukung saat pandemi sudah tiba," tegas dia melalui webinar bertajuk Respon Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020, Kamis (6/8).

Eko mengatakan kontraksi di kuartal II tahun ini bahkan lebih dalam dari perkiraan banyak pihak, termasuk pemerintah. Sehingga -5,3 persen menjadi angka pertumbuhan terendah sejak era Reformasi, tepatnya sejak triwulan I-1999 yang tumbuh -6,13 persen yoy saat itu.

Namun, Indef mencatat dalam lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia sejatinya sudah mengalami tren perlambatan sejak capaian tertingginya di triwulan II-2018 yang tumbuh 5,27 persen yoy. Pun, sejak triwulan III-2019, terjadi perlambatan (seasonally adjusted) terjadi di setiap kuartal nya dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya (yoy).

Dia menyebut perlambatan perekonomian yang terjadi di triwulan II-2020 menimbulkan tanda tanya. Apakah ini menjadi titik terendah atau justru malah menuju kepada situasi yang lebih parah?.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semua negara saat ini alami perlambatan ekonomi, namun banyak pelajaran berharga bahwa negara yang mampu mengendalikan pandemik, akan perlambatan ekonomi lebih moderat. "Ibarat menginjak rem dan gas sama kuat tidak akan membuat mobil berjalan kencang," tukasnya. (mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami