Kontributor pendapatan terbesar, Siloam tambah 5 cabang baru

Kontributor pendapatan terbesar, Siloam tambah 5 cabang baru
RS Siloam. lippokarawaci.co.id
EKONOMI | 3 Mei 2013 14:29 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kinerja kuartal pertama tahun ini dengan peningkatan laba bersih menjadi Rp 252 miliar. Angka ini naik 23 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 205 miliar.

Sejalan dengan peningkatan laba bersih juga turut diikuti dengan pendapatan selama tiga bulan pertama naik 26 persen menjadi Rp 1,4 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun.

"Percepatan pertumbuhan rumah sakit, penjualan perumahan dan peningkatan produktivitas menjadi pemicu kenaikan laba perseroan," ujar Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Jumat (3/5).

Menurutnya, dengan hasil kinerja keuangan dan operasional di kuartal pertama ini mendistribusikan pembangunan yang berkelanjutan dari proyek-proyek di divisi usaha hospitals dan residensial.

Kontribusi pendapatan diperoleh dari divisi usaha hospitals naik hingga 45 persen menjadi Rp 584 miliar. Sejalan hal tersebut menjadikan peningkatan pendapatan rata-rata dari pasien rawat jalan dan rawat inap dan juga peningkatan kontribusi pendapatan rumah sakit baru yang telah dibuka di Manado, Makassar, Bali dan Palembang.

Sedangkan, pendapatan divisi usaha Residential & Urban Development naik 13 persen menjadi Rp 620 miliar dari Rp 547 miliar, dengan pendapatan dari Townships meningkat 11 persen menjadi Rp 383 miliar.

Demikian pula pendapatan dari Large Scale Integrated Developments naik 17 persen menjadi Rp 237 miliar, terutama dengan meningkatnya pendapatan dari Kemang Village dan The St. Moritz.

Pendapatan dari divisi Commercial yang terdiri dari Retail Malls & Hotels, tumbuh 25 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 143 miliar. "Bisnis Residential atau Township kami terus tumbuh, aktivitas pembangunan mal-mal juga berjalan dengan baik, sejalan dengan usaha kami mengembangkan sektor ritel modern dan konsumen di seluruh pelosok Tanah Air," jelas Ketut.

Unit usaha Asset Management mencatat pertumbuhan 21 persen menjadi Rp 130 miliar hasil meningkatnya fee yang diperoleh dari "Assets Under Management (AUM)" dua REIT yang disponsori LPKR. Pendapatan recurring LPKR terus meningkat dan memberikan kontribusi 58 persen dari total pendapatan perseroan di kuartal I 2013.

Saat ini Siloam Hospitals mengoperasikan 12 rumah sakit dan 6 rumah sakit sedang dalam tahap konstruksi. "Kami berharap 4- 5 rumah sakit baru akan dibuka tahun ini," tutup dia.

(mdk/bmo)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami