KPPI Perpanjang Safeguard, Lindungi Industri Baja RI dari Serbuan Impor

KPPI Perpanjang Safeguard, Lindungi Industri Baja RI dari Serbuan Impor
baja. shutterstock
EKONOMI | 4 Februari 2021 10:20 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memperpanjang penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan jumlah impor produk I dan H section dari baja paduan lainnya terhitung mulai 2 Februari 2021. Ini dilakukan setelah mendapat permohonan dari PT Gunung Raja Paksi Tbk, sebagai penghasil produk I dan H section dari baja paduan lainnya pada 7 Januari 2021 lalu.

Ketua KPPI Mardjoko mengatakan, produk I dan H section dari baja paduan lainnya terdiri dari dua nomor Harmonized System (HS) 8 digit, yaitu Ex.7228.70.10 dan Ex. 7228.70.90. Uraian dan nomor HS tersebut sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2017.

"Dari bukti awal permohonan yang diajukan PT Gunung Raja Paksi, KPPI menemukan adanya lonjakan jumlah impor produk I dan H section dari baja paduan lainnya. Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri sebagai
akibat lonjakan impor tersebut," ujar dia dalam pernyataannya, Kamis (4/1).

Menurut Mardjoko, kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada 2017—2020. Indikator tersebut, antara lain penurunan keuntungan secara terus menerus yang diakibatkan dari menurunnya volume produksi dan volume penjualan domestik, menurunnya kapasitas terpakai, berkurangnya jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

Oleh karena itu, KPPI mengundang semua pihak yang berkepentingan untuk mendaftar sebagai pihak-pihak yang berkepentingan (interested parties). "Ini selambat-lambatnya 15 hari sejak tanggal pengumuman ini," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai penting implementasi safeguard untuk melindungi industri baja nasional. Khususnya dari serbuan baja impor murah asal China.

"Safeguard sangat penting guna melindungi produk dalam negeri dari maraknya produk (baja) impor murah China," tegasnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/1).

Bos KSPI ini mengungkapkan, ketika safeguard kepada pabrik baja nasional tidak diperpanjang, dikhawatirkan perusahaan tidak bisa bersaing dengan produk impor murah. Akibatnya, perusahaan produksi baja akan berisiko mengalami kebangkrutan hanya dalam sekejap waktu saja.

"Kami sampaikan fakta-fakta yang akan terjadi bilamana safeguard tidak ada, atau di perpanjang, atau diperbaharui izinnya bagi perusahaan industri baja pasti kolaps dalam tiga bulan, tidak butuh waktu satu atau dua tahun," terangnya.

Tak hanya itu, tanpa safeguard juga diyakini gelombang PHK massal menjadi tak terelakkan. Dalam hal ini Said memprediksi, setidaknya ada sekitar 100,000 orang buruh di sektor baja yang terancam PHK.

"Tersebar di berbagai perusahaan seperti Krakatau Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo, Master Steel, dan lain-lain. Dan semua ikut terancam," imbuhnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Ini Jurus Mendag Lutfi Lindungi Industri Baja Nasional
Kebijakan PUPR Larang Proyek Konstruksi Pakai Baja Impor Tekan Angka PHK Karyawan
Tanpa Safeguard, Perusahaan Baja Nasional Bisa Bangkrut dalam 3 Bulan
KSPI Beberkan Penyebab Harga Baja China Lebih Murah Dibanding RI
Safeguard dan Anti Dumping Jadi Kunci Lindungi Daya Saing Industri Baja RI
Banjir Baja Impor dari China, 100.000 Pekerja Terancam PHK

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami