KPPU minta OJK desak penurunan suku bunga deposito

UANG | 29 September 2014 16:55 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk mendesak perbankan menurunkan suku bunga deposito. Langkah tersebut dinilai berdampak penurunan suku bunga kredit yang meringankan beban industri.

"Kalau bunga deposito turun kan menguntungkan konsumen, tetapi kalau suku bunga tinggi ada pekerjaan dengan memberikan bunga kredit yang tinggi juga," ujar Kepala Biro Hukum Hubungan Masyarakat dan kerja Sama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Mohammad Reza saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (29/9).

Menurut Reza, OJK memiliki kekuasaan sebagai regulator industri jasa keuangan untuk menetapkan besaran suku bunga deposito yang wajar. Dia menambahkan, perbankan besar memiliki kecenderungan membentuk kartel dalam menentukan bunga deposito.

Di luar itu, KPPU juga tengah mengkaji perihal lonjakan harga avtur di Tanah Air. Berdasarkan keterangan Kementerian Perhubungan, harga jual avtur di Indonesia lebih mahal ketimbang negara jiran, seperti Singapura.

"Pertamina memasok tidak hanya bandara yang ada, kita masih belum bisa memberikan hasil akhir penyebabnya apa di sini," ujar Direktur Kajian, Kebijakan, dan Advokasi KPPU Taufik Ahmad.

Menurut Taufik, ada dua indikator penyebab melonjaknya harga avtur. Yaitu, fee konsesi dan penerapan pajak bahan bakar.

"Kita akan kaji, apakah dua item ini yang menjadi penyebab keluhan mahalnya harga avtur," ucap dia. (mdk/yud)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.