KPPU Putuskan 7 Maskapai Lakukan Kartel Harga Tiket, Ini Respons Bos Garuda Indonesia

KPPU Putuskan 7 Maskapai Lakukan Kartel Harga Tiket, Ini Respons Bos Garuda Indonesia
UANG | 24 Juni 2020 17:54 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra angkat suara terkait hasil dugaan pelanggaran Undang Undang Persaingan Usaha No 5 Tahun 1999 yang dijatuhkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Perseroan memastikan akan sepenuhnya menghormati proses hukum yang telah berjalan sampai dengan saat ini.

"Perlu kiranya kami sampaikan bahwa putusan KPPU tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian dan pemeriksaan KPPU terhadap sejumlah maskapai penerbangan nasional, termasuk Garuda Indonesia Group pada tahun 2019 lalu," kata Irfan melalui keterangannya, Rabu (24/6).

Garuda Indonesia menyadari iklim usaha yang sehat menjadi pondasi penting bagi ekosistem industri penerbangan agar dapat terus berdaya saing. Oleh karenanya, saat ini Garuda Indonesia Group memastikan untuk senantiasa memperkuat komitmennya dalam menjalankan tata kelola bisnis perusahaan di tengah tantangan industri penerbangan yang semakin dinamis, dengan tetap mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku.

"Garuda Indonesia Group juga akan memfokuskan pencapaian kinerja usaha yang optimal sejalan dengan upaya penerapan prinsip dan ketentuan persaingan usaha yang sehat," tandas dia.

Baca Selanjutnya: Garuda Lakukan Pelanggaran Harga Tiket...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami