Krisis Kepercayaan Diri Hambat Pengusaha Perempuan Go Digital

Krisis Kepercayaan Diri Hambat Pengusaha Perempuan Go Digital
UANG | 8 September 2020 18:12 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK) bekerja sama dengan Coca Cola Foundation Indonesia dan Tokopedia melatih 2500 pengusaha perempuan dan difabel di 3 provinsi Indonesia. Selama masa pelatihan diberikan edukasi dan pelatihan terkait bisnis online.

Selama masa pelatihan, Deputy Director Asosiasi Perempuan Pengusaha Usaha Kecil (ASPPUK), Mohammad Firdaus mengatakan kendala utama dalam pelatihan digitalisasi yakni krisis percaya diri para pelaku usaha terhadap perangkat digital. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku gagap teknologi dan memilih berjualan dengan cara konvensional.

"Kendala utama ini mereka belum melek digital karena usianya di atas 40 tahun atau memasuki generasi manula," kata Firdaus dalam Virtual Press Conference: Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif, Jakarta, Selasa (8/9).

Firdaus menuturkan, banyak pengusaha perempuan yang menjalankan bisnis di usia yang tidak muda. Sehingga perlu bantuan dari pendamping yang berasal dari keluarga atau kerabatnya.

Ketersediaan perangkat juga menjadi kendala lainnya. Sehingga para pelaku usaha ini harus terus mendapatkan pendampingan dari pihak profesional untuk mengembangkan usaha.

"Kerja sama ini makanya bagus sekali, di sini belajar marketing online dan dengan pendampingan rutin," kata dia.

Sebab tujuan program ini tidak hanya bertujuan agar pelaku usaha membuka lapak online di platform digital. Melainkan ikut merawat toko online selaiknya ketika membuka toko secara fisik.

Baca Selanjutnya: 60 Persen Pengusaha Perempuan Target...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami