Geramnya Mantan Menteri Susi: Saya Menolak jadi Orang Bodoh

UANG | 15 Desember 2019 17:56 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Susi Pudjiastuti mengkritik kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang berencana membuka ekspor benih lobster. Sebab, kebijakan ini dilarang oleh Susi saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya.

Hal itu tertuang pada Peraturan Menteri KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/ atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Secara spesifik tercantum di Pasal 7 (1) yang berbunyi 'setiap orang dilarang menjual benih lobster untuk budidaya'.

Lebih lanjut Susi menjelaskan pembesaran lobster di laut sebagai habitat aslinya lebih baik. Sebab ada kesempatan bagi lobster untuk beranak pinak. Musim kemarau jadi waktu terbaik untuk pembibitan. Biasanya ini dilakukan tiga sampai lima bulan sebelum musim hujan tiba.

"Nelayan mulai tangkap banyak dg size min 200 grm. Bila akan diadjust saat musim panen jd 150grm,"tulis Susi di akun twitter @susipudjiastuti, Jakarta, Minggu (15/12).

Namun, dengan ukuran di bawah yang tadi disebut plasma nuftah, yang harus diproteksi negara baik dari kerusakan, eksploitasi, perdagangan dan lain-lain. Negara wajib melindungi, sebab di Australia lobster baru boleh ditangkap saat berukuran minimal 1 pound.

Susi mengaku saat ini nelayan sudah bisa membesarkan lobster dengan melakukan pemijahan setelah lobster bertelur juga sudah. Hanya saja, tingkat keberhasilannya masih rendah. Namun perkawinan sampai bertelur belum bisa dilakukan di luar habitat lobster.

"Krn itu Bibit Lobster adlh Plasma Nutfah yg HARUS Negara &kita jaga sbg WARISAN untk anak cucu kita," tulis Susi.

Kata Susi, memang ikan, lobster, udang di laut kalau tidak diambil oleh akan tetap mati, namun tidak semua yang lahir langsung akan mati. Maka dari itu, tugas manusia untuk meneruskan perkembangbiakan dan menjaga keberlanjutan jenisnya sebelum mati.

"adlh Tugas mahluk ciptaan Tuhan untk meneruskan khittahnya berkembangbiak menjaga keberlanjutan jenisnya sebelum kematiannya," tulis Susi.

1 dari 2 halaman

Susi Tanggapi Cuitan Netizen

Salah satu pengguna twitter Jhon Black @Jhonkosmik mengunggah artikel di media nasional; 'Tanggapi Edhy, Susi: Apa Kita Harus Pikirkan Petambak Vietnam?'

Akun @ali_charbasyan menimpali, "Paling barter sama beras."

Susi pun balas merespons. "Aduuhhh masa barter dg beras; Beras itu Rp12.000 sd Rp20.000 perkgnya sementara lobster Rp300.000 sd Rp5 Jt perkgnya. Saya menolak jd orang bodoh," tegas Susi.

2 dari 2 halaman

Alasan Edhy Prabowo

Edhy menjelaskan, dengan adanya pelarangan ekspor benih lobster tersebut, banyak nelayan tangkap benih lobster kehilangan pekerjaan. Sayangnya, para pembudidaya lobster di Indonesia dianggap belum mampu secara maksimal membesarkan benih lobster.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan para nelayan tetap menangkap benih lobster dan diam-diam menjual ke luar negeri, untuk mendapat penghasilan.

"Ada nelayan yang ingin berbudidaya menangkap lobster hidup, sebanyak mana?" kata Edhy di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (13/12).

Menurutnya, Indonesia juga memiliki peluang untuk melakukan budidaya benih lobster, dengan mengadopsi negara lain yang sudah berhasil melakukan budidaya tersebut. Salah satu tempat yang cocok untuk budidaya ini, yakni di teluk laut dengan kondisi ombak lebih tenang. Misalnya di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jember, Jawa Timur.

Dengan demikian, pihaknya juga akan melakukan berbagai persiapan dan infrastruktur untuk budidaya lobster. Sambil menunggu infrastruktur rampung, Edhy ingin bisnis lobster terus berjalan, yakni melalui ekspor benih lobster.

"Apakah kita mau nunggu sambil nunggu waktu ini siap, atau kita diamkan ini, sama lagi kita menunggu," sambungnya.

Baca juga:
Tuai Pro dan Kontra, Ini Alasan Edhy Prabowo Buka Ekspor Benih Lobster
Edhy Prabowo Beri Sinyal Buka Ekspor Benih Lobster
Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, Aset Negara Selamat Rp66,194 Miliar
Kata Menteri Susi Pudjiastuti Soal Sebab Pabrik China Lebih Pilih Pindah ke Vietnam
Berkat KUR, Pengusaha Asal Morotai ini Sukses Jual Lobster Hingga Luar Negeri
Pengiriman 19.253 Bayi Lobster Digagalkan di Bandara Sultan Hasanuddin

(mdk/azz)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.