Kuartal I-2017, Lippo Karawaci raup laba bersih Rp 143 miliar

UANG | 2 Mei 2017 17:51 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 143 miliar pada kuartal I-2017. Jumlah ini turun 54 persen dibanding periode yang salam tahun lalu.

Sementara, pendapatan yang diterima perseroan sebesar Rp 2,5 triliun atau turun 2 persen dari Kuartal I-2016.

"Sektor Properti Indonesia pada kuartal pertama 2017 masih relatif lemah karena masyarakat masih enggan membeli properti. Hal ini disebabkan oleh program amnesti pajak yang masih berjalan serta pilkada serentak di 101 provinsi dan kabupaten yang telah menciptakan iklim yang kurang kondusif terhadap sektor ini," ujar Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya di Jakarta, Selasa (2/5).

Pendapatan yang didapat perseroan dicapai dengan dukungan pengembangan usaha properti dan bisnis Recurring. Di mana, pendapatan Recurring yang terutama ditunjang oleh pertumbuhan organik di divisi Healthcare, meningkat dan memberikan kontribusi secara signifikan terhadap total pendapatan Lippo Karawaci. "Kami akan terus mengembangkan bisnis kami dan pada saat bersamaan berinvestasi dalam perluasan jaringan rumah sakit dan jaringan mal ritel kami," katanya.

Sedangkan, pendapatan properti turun sebesar 28 persen menjadi Rp 712 miliar, memberikan kontribusi

sebesar 28 persen terhadap total pendapatan. Pendapatan dari Divisi Urban Development menurun sebesar 47 persen menjadi Rp 392 miliar.

Pendapatan dari Divisi Large Scale Integrated meningkat sebesar 31 persen menjadi Rp 319 miliar pada kuartal pertama 2017. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari Orange County.

Pendapatan Recurring memainkan peran penting dalam menyeimbangkan pelemahan siklus bisnis properti. Pendapatan Recurring tumbuh sebesar 13 persen menjadi Rp 1,8 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 72 persen terhadap total pendapatan.

Pendapatan dari Divisi Healthcare tumbuh 13 persen menjadi Rp 1,4 triliun. Siloam mengelola 25 rumah sakit pada akhir kuartal pertama 2017. Kunjungan pasien rawat jalan tumbuh sebesar 12 persen. Laba bersih pada kuartal pertama 2017 sebesar Rp 40 miliar.

Pendapatan Divisi Komersial LPKR meningkat sebesar 22 persen menjadi Rp 183 miliar terutama ditopang oleh peningkatan tajam dari pendapatan Mal sebesar 57% menjadi Rp 97 miliar. Sementara itu, pendapatan hotel tetap stabil sebesar Rp 86 miliar.

Bisnis Asset Management yang terdiri dari town management dan portofolio & properti management, tumbuh sebesar 8 persen menjadi Rp 234 miliar pada kuartal I-2017 sebagai hasil dari semakin membesarnya total kelolaan aset dibawah portofolio REITS. (mdk/sau)

Baca juga:
May Day, para buruh minta pemerintah tuntaskan masalah Freeport
Kapolda Papua minta serikat pekerja Freeport tak demo selama sebulan
500 Polisi-TNI Mimika amankan sidang Ketua Serikat Pekerja Freeport
DPR: Freeport lebih baik lakukan pemurnian konsentrat di eks Newmont
Bos BKPM: Kisruh Freeport tak cerminkan iklim investasi Indonesia
Keistimewaan untuk Freeport dari pemerintahan Jokowi-JK
Sosok Kartini dari Freeport, diadang kapak demi berikan pendidikan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.