Kuartal II-2020, Sektor Pertanian Tumbuh 16,24 Persen

Kuartal II-2020, Sektor Pertanian Tumbuh 16,24 Persen
UANG | 6 Agustus 2020 09:45 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 sebesar 4,19 persen dibanding kuartal I-2020. Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), sementara secara year on year tumbuh 2,19 persen.

Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44 persen dan pengadaan air 1,28 persen. Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19 persen yoy pada kuartal II-2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23 persen.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan, pertumbuhan PDB sektor pertanian yang positif ini memang bukan sesuatu yang mustahil. Saat ini, Kementan dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo terus bergerak mendorong produksi yang cukup dan berkualitas.

Peningkatan produksi terus dilakukan selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga guna mengurangi impor atau meningkatkan volume ekspor. Ia juga mengatakan bahwa dalam peningkatan produksi, Kementan melakukan beberapa upaya salah satunya dengan mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

"Selain itu, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan berupa bantuan benih, alat alat pasca panen, dan juga berbagai jenis alat pra panen serta fasilitas permodalan terus ditingkatkan," ujar Suwandi dalam siaran pers, Kamis (6/8).

Pengamat Pertanian, Prof. Bustanul Arifin menilai pertumbuhan positif sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan selain karena pergeseran musim tanam, namun patut diapresiasi juga disebabkan karena di tengah pandemi covid-19 pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus bekerja bersama petani.

Baca Selanjutnya: Di mana Kementan terus gencar...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami