Kuartal III 2017, BI catat surplus neraca pembayaran Indonesia USD 5,4 miliar

UANG | 10 November 2017 17:07 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III 2017 mengalami surplus USD 5,4 miliar, meningkat signifikan dibandingkan dengan surplus triwulan II 2017 sebesar USD 0,7 miliar. Peningkat surplus ditopang oleh penurunan defisit transaksi berjalan dan peningkatan surplus transaksi modal dan finansial.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, mengatakan surplus NPI tersebut mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari USD 123,1 miliar pada akhir triwulan II 2017 menjadi USD 129,4 miliar pada akhir triwulan III 2017.

"Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,6 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/11).

Sementara, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD 4,3 miliar (1,65 persen PDB). Membaik dari defisit pada triwulan sebelumnya yang sebesar USD 4,8 miliar (1,91 persen PDB), seiring dengan kenaikan surplus neraca perdagangan barang dan penurunan defisit neraca pendapatan primer.

Defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2017 tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan III 2016 yang sebesar USD 5,1 miliar (2,09 persen PDB). Kenaikan surplus neraca perdagangan barang didorong oleh meningkatnya ekspor, baik secara nilai maupun volume, di tengah impor yang juga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan permintaan domestik.

"Sementara itu, penurunan defisit neraca pendapatan primer terutama dipengaruhi pembayaran dividen yang lebih rendah sesuai pola musiman."

Sedangkan, surplus transaksi modal dan finansial meningkat signifikan terutama didukung oleh besarnya arus modal masuk dalam bentuk investasi langsung, seiring dengan optimisme terhadap kinerja ekonomi domestik. Transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2017 mencatat surplus USD 10,4 miliar, meningkat signifikan dibandingkan dengan surplus triwulan II 2017 sebesar USD 5,8 miliar dan juga lebih besar dibandingkan dengan surplus triwulan III 2016 sebesar USD 9,9 miliar.

Peningkatan surplus tersebut secara triwulanan didukung oleh meningkatnya surplus investasi langsung, sejalan dengan kenaikan realisasi investasi domestik, dan menurunnya defisit investasi lainnya, terutama karena turunnya outflow penempatan simpanan swasta domestik di luar negeri.

"Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial lebih lanjut tertahan oleh penurunan surplus investasi portofolio terutama karena keluarnya dana asing dari pasar saham domestik," jelasnya.

Agusman menambahkan perkembangan surplus NPI pada triwulan III 2017 secara keseluruhan menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makroekonomi.

Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait kebijakan moneter dan fiskal di AS serta tekanan geopolitik di beberapa kawasan, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

"Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural." (mdk/bim)

Baca juga:

BI belum cabut larangan isi ulang e-money Tokopedia Cs

3 Strategi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah

Bank Indonesia gandeng Kemnaker ciptakan SDM berkompeten kelola Rupiah

Ini nilai tambah yang dimiliki ekonomi syariah

Sistem ekonomi dan keuangan syariah miliki perangkat atasi permasalahan ekonomi

Tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional

Cadangan devisa RI di Oktober turun, ini alasannya menurut ekonom

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.