Kuliner asal Bandung jajaki pasar Malaysia

UANG | 8 November 2017 10:38 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Perusahaan kuliner ternama Indonesia asal Bandung, PT Cita Rasa Prima Indonesia Berjaya, menjajaki pasar di negeri jiran untuk membuka cabang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Founder Cita Rasa Prima, Hendra Noviyanto mengatakan hal ini membuktikan bahwa produk lokal (local brand) Indonesia bisa menjajaki pasar internasional.

"Pertama kami memilih Malaysia karena secara budaya mirip. Secara lidah dan rasa juga mirip," kata Hendra seperti dikutip Antara, Rabu (8/11).

Saat ini pihaknya tengah memilih mitra untuk membuka cabang di Malaysia. Nantinya, konsep yang akan diusung adalah kafe dengan harga yang murah.

"Kami tahu orang Malaysia banyak makan Indomie, kemudian orang Indonesia juga banyak tinggal di Kuala Lumpur. Kita ingin buktikan kalau Starbuck jualan kopi sedangkan kami jualan kopi dan Indomie," imbuhnya.

Cita Rasa Prima saat ini memiliki empat brands, yakni Nasi Goreng Rempah Mafia, Bakso Boedjangan, Warunk Upnormal (Indomie, roti bakar, susu segar, kopi gayo) dan Sambal Khas Karmila (ayam goreng dan ayam bakar rempah).

Di Malaysia, lanjut Hendra, pihaknya juga mengangkat biji kopi asli Indonesia seperti Gayo, Toraja dan Mandailing.

"Kami juga ada house blend punya kita sendiri. Kami juga sedang membuat kopi cold brew dengan nama Gatot Kaca. Namanya Indonesia banget. Jadi kami ingin mengangkat bahwa kopi Indonesia benar-benar bagus," jelasnya.

Sementara itu Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Rifah Arini menyambut baik rencana dari manajemen Warunk Upnormal untuk membuka cabang di Malaysia. Sejumlah kuliner asal Indonesia yang sudah masuk ke Malaysia di antaranya Dapur Desa, Kebab Turki Babarafi, Rumah Makan Padang Sederhana.

Baca juga:
Nilai tukar Rupiah dibuka melemah ke level Rp 13.523 per USD
Menkeu Sri Mulyani undang 20 ekonom dan analis perbankan, ini yang dibahas
Cadangan devisa RI di Oktober turun, ini alasannya menurut ekonom
30 Persen peserta BPJS Ketenagakerjaan tunggak pembayaran iuran
4 respon pemerintah dan analis soal pemilihan gubernur baru The Fed
Pemerintah terima banyak donasi untuk pembangunan sanitasi dan SPAM
Kementan optimalkan 10 juta hektare lahan rawa di 2018, ini keuntungannya

(mdk/azz)