Kuota Dipangkas, Petani Khawatir Harga Pupuk Bersubsidi Naik Secara Liar

Kuota Dipangkas, Petani Khawatir Harga Pupuk Bersubsidi Naik Secara Liar
UANG | 24 Januari 2020 09:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Para petani yang tergabung dalam Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) mengingatkan DPR dan Pemerintah akan besarnya potensi kenaikan harga pupuk bersubsidi di 2020 secara liar. Hal ini dikarenakan pemangkasan jumlah pupuk subsidi sesuai dengan Permentan Nomor 1 Tahun 2020.

Hal ini disampaikan para petani melalui surat yang ditandatangani pada 20 Januari 2020 kepada Komisi IV DPR RI.

Pemerintah pada 2020 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 7,15 juta ton dan alokasi cadangan sebesar 794 ribu ton. Angka ini turun jika dibandingkan total kebutuhan 2019 yang saat itu mencapai 8,8 juta ton.

"Data itu kita kumpulkan dari seluruh Indonesia. Intinya kalau Permentan itu jalan, pupuk subsidi bakal kurang," ungkap Sekjen KTNA M Yadi Sofyan Noor kepada Liputan6.com.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum KTNA Winarno Tohir dan Sekretaris Jenderal KTNA M Yadi Sofyan Noor tersebut, KTNA menyampaikan pihaknya mendapat masukan dari 34 provinsi, alokasi pupuk bersubsidi masih kekurangan sehubungan dengan terbitnya permentan nomor 1 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian yang berdampak pada pemangkasan jumlah pupuk subsidi.

Dengan komposisi di atas dipastikan akan terjadi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi pada 2020 yang akan mengganggu pertanaman dan produktivitas pada petani khususnya padi.

Baca Selanjutnya: Usul Tambah Alokasi Pupuk Subsidi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami