Kurangi Beban Perusahaan, Yenny Wahid Lepas Jabatan Komisaris Garuda Indonesia

Kurangi Beban Perusahaan, Yenny Wahid Lepas Jabatan Komisaris Garuda Indonesia
Komisaris Independen Yenny Wahid. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman
EKONOMI | 13 Agustus 2021 16:42 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Yenny Wahid memutuskan mundur diri dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan Yenny melalui akun Instagram pribadinya (@yennywahid).

Alasan di balik keputusan mundurnya Yenny dari Garuda Indonesia karena tak ingin beban Perseroan semakin besar.

"It's time to say goodbye. Untuk membantu mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan Garuda, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai komisaris independen," tulis Yenny pada caption di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip merdeka.com, Jumat (13/8).

Dia berharap langkah pengunduran dirinya dapat membuat Garuda Indonesia kembali pulih dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

"Semoga langkah kecil ini membawa manfaat bagi perusahaan, agar lebih bisa cost efficient, sehingga bisa lebih lincah mengudara," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini

tawarkan pensiun dini

Sebelumnya, Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Muzaeni mengatakan, keadaan Garuda Indonesia semakin memprihatinkan, oleh karena itu pihak manajemen Garuda Indonesia menawarkan pensiun dini kepada para karyawannya termasuk kepada pilot.

"Kondisi Garuda Indonesia saat ini semakin memprihatinkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga agar Garuda Indonesia ini tetap dapat terbang di tengah terpaan badai pandemi yang belum kunjung berakhir," kata Muzaeni dalam B-Talk Sang Garuda Tersungkur Digulung Turbulensi, Selasa (25/5).

Sehingga pada akhirnya manajemen menawarkan kepada karyawan dan pilotnya untuk mempercepat pensiun atau pensiun dini. Menurutnya, penawaran ini sesuai dengan aturan yang ada Perjanjian Kerja Bersama atau yang dikenal dengan istilah PKB.

Muzaeni berpendapat, tentunya pensiun dini adalah pilihan yang sangat sulit atau pilihan yang tidak mudah bagi karyawan, karena karyawan memiliki harapan untuk bertahan. "Kenapa mereka ingin bertahan? karena mereka bangga dan bahagia apabila bisa tetap mengabdi kepada PT Garuda Indonesia ini yang kami yakini akan semakin Insyaallah membentangkan sayapnya sebagai kebanggan bangsa Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, meskipun sulit, para karyawan dan pilot Garuda Indonesia tidak bisa menolak melainkan hanya mampu berserah diri menerimakan keputusan dari pihak manajemen. "Bukan setuju atau menolak tetapi tawaran ini sesuai dengan apa yang kami perjanjian bersama di Perjanjian Kerja Bersama. Legowo meskipun pilihan yang sangat berat," ungkapnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Garuda Indonesia Gandeng Parigi Logistics Genjot Daya Saing Layanan Logistik
Saran untuk Erick Thohir Selamatkan Maskapai Garuda Indonesia
Serikat Pekerja Nilai Manajemen Salah Kelola Garuda Indonesia
Digugat PKPU My Indo Airlines, Ini Tanggapan Bos Garuda Indonesia
INACA Nilai Bisnis Kargo Selamatkan Garuda Indonesia Saat Pandemi Covid-19
Bawa Bendera Merah Putih, Pria Ini 4 Tahun Nekat Jalan Kaki Keliling Indonesia
Bisnis Kargo Garuda Indonesia Tumbuh 35 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami