Langkah Bank Indonesia dan Pemerintah Cegah Dampak Virus Corona

Langkah Bank Indonesia dan Pemerintah Cegah Dampak Virus Corona
UANG | 28 Februari 2020 18:27 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Dampak virus corona terhadap perekonomian dunia mulai terasa, termasuk Indonesia. Salah satunya bisa dilihat dari nilai tukar Rupiah terhadap USD yang melemah hingga tembus level Rp14.000-an per USD.

Untuk itu, Bank Indonesia melakukan koordinasi dengan pemerintah dalam memitigasi dampak dari penyebaran virus corona. Koordinasi dilakukan dengan Presiden, Kementerian Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

"Dari BI, kami kan sudah melakukan stimulasi bagi ekonomi kita," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Bank Indonesia sudah melakukan penurunan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen. Lalu merelaksasi kebijakan makro khususnya rasio intermediasi perbankan.

"Kami juga secara lebih cepat melakukan elektronifikasi untuk bansos, transportasi, dan transaksi Pemda," kata Perry.

Selain itu Bank Indonesia mempercepat agenda-agenda besar yang semula direncanakan pada semester kedua menjadi triwulan I dan triwulan II. Setidaknya ada 10 agenda nasional dan internasional yang dipercepat.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah mendorong sektor pariwisata, khususnya turis domestik. Misalnya mengadakan acara di Bali yang bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia melakukan seminar dan kampanye.

"Kami juga akan jadwalkan dengan pemerintah berbagai event untuk mendorong turisme dalam negeri," kata Perry.

1 dari 1 halaman

Langkah Pemerintah

rev1

Sementara itu pemerintah lewat Kementerian Keuangan melakukan stimulasi dari sisi fiskal. Mempercepat penyaluran bansos, melakukan insentif untuk diskon tiket pesawat guna mendorong turisme di sejumlah kota.

Selain itu, Kementerian PUPR mempercepat penggunaan anggaran dan berbagai pemberian insentif. "Ini upaya-upaya yang sangat terkoordinasi secara erat dari pemerintah dan BI untuk mitigasi dampak corona," sambung Perry.

Sebagaimana telah disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu, virus corona memiliki dampak v shape. Pengaruhnya terbesar terjadi di bulan Februari. Bahkan kemungkinan bakal terjadi hingga pertengahan bulan Maret.

Namun setelah itu, mulai bulan April, Mei dan Juni akan terjadi pemulihan. Meski pemulihan tidak langsung total seperti semula.

"Kemungkinan perkiraan kami sampai dengan pulih itu 6 bulan," kata Perry mengakhiri. (mdk/idr)

Baca juga:
Untung Rugi Indonesia jadi Negara Maju
Virus Corona Buat Investor Panik, Hindari Risiko Dana Hilang
Tiga Strategi Bank Indonesia Stabilkan Pasar Keuangan di Tengah Ancaman Virus Corona
BI Ramal Inflasi Februari 0,31 Persen, Disumbang Bawang Putih dan Cabai
Virus Corona Buat Modal Asing Kabur Rp30 T dari RI & Rupiah Melemah ke Rp14.290/USD

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami