Langkah Mentan Amran Atasi Merosot Harga Karet dan Sawit

UANG | 18 Juli 2019 17:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Harga komoditas karet dan sawit kian menyusut, di mana per Februari 2019 harga karet menyentuh angka USD 1.527,8 (CNY 10.510) sementara minyak kelapa sawit mentah alias CPO (crude palm oil) bernilai USD 473 per ton (MYR 1.971 per ton).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah menyediakan solusi untuk membenahi masalah ini. Mengingat, merosotnya harga kedua komoditas ini membuat para petani yang dirundung ketidakpastian penghasilan.

"Pertama, kita pakai untuk di dalam negeri, dicampurkan dengan aspal. Kedua, Kementan sudah bertemu delegasi dari Malaysia dan Thailand untuk menahan 260 ribu ton ekspor, jadi bisa lah harga naik," tuturnya di Palangkaraya, Kamis (18/7).

Sementara untuk harga CPO (crude palm oil), pemerintah juga mencanangkan penggunaan biodiesel B100 sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

"Kalau CPO solusi permanen sudah dibuat. Kita buat B100, sudah dua tahun dilakukan. Insya Allah dikomersilkan tahun depan, kita serahkan ke ESDM dan BUMN," tambahnya.

Sebagai perbandingan, satu liter solar hanya bertahan menempuh jarak 9 kilometer, sementara satu liter B100 bisa mencapai 13,4 kilometer. Jadi, penggunaan B100 bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga 35 persen.

Meski begitu, Indonesia nampaknya masih agak jauh dari penerapan B100. Sebab, saat ini konsep bahan bakar ramah lingkungan baru melibatkan B30 (30 persen biodiesel pada campuran bahan bakar solar).

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mau Rempah Indonesia Kembali Berjaya di Dunia, 500 Juta Benih Unggul Ditebar
Mengunjungi Urban Farming di Balai Kota DKI Jakarta
DPR Khawatir Penggunaan Dana Perkebunan untuk Subsidi Biodiesel Akan Bermasalah
Apkasindo Ajak Petani Kelapa Sawit Melek Teknologi
55 Persen Dana Pungutan Ekspor Sawit Didorong untuk Petani
Petani Sawit Belum Terciprat Manfaat Dana Pungutan Ekspor CPO

(mdk/azz)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com