Larangan Mudik Hantam Industri Penerbangan Hingga Minus 80 Persen

Larangan Mudik Hantam Industri Penerbangan Hingga Minus 80 Persen
UANG | 5 Agustus 2020 12:22 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyebut bahwa pandemi virus corona membawa dampak negatif luar biasa pada transportasi. Sektor penerbangan bahkan harus mengalami kontraksi hingga 80,23 persen akibat adanya larangan mudik Idul Fitri untuk menekan penyebaran pandemi.

"Moda angkutan yang paling terpukul adalah angkutan udara. Di mana angkutan udara pada triwulan II mengalami kontraksi sangat dalam yaitu 80,23 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Rabu (5/8).

"Sektor transportasi terdampak luar biasa. Adanya imbauan untuk melakukan work from home, study from home sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19 berdampak besar pada sektor transportasi," sambungnya.

Larangan mudik pada sektor penerbangan menyebabkan penurunan aktivitas pada kargo dan pergudangan. Kedua aktivitas penting tersebut mengalami kontraksi hingga 30,80 persen.

"Kemudian pada Idul Fitri ini juga tidak ada mudik, ada penurunan aktivitas kargo sehingga aktivitas kargo dan pergudangan yang kontraksinya paling dalam yaitu 30,80 persen," paparnya.

Baca Selanjutnya: Transportasi Lainnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami