Larangan Warga China ke AS jadi Peluang Kembangkan Pariwisata Indonesia

UANG | 18 Juni 2019 15:26 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Perang dagang AS-China merembet hingga ke sektor pariwisata, pemerintah China diketahui telah mengeluarkan larangan bagi warganya untuk bepergian atau liburan ke Amerika Serikat. Hal ini dinilai menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik wisatawan asing, khususnya dari negeri tirai bambu tersebut.

"Kita harus cekatan untuk mempromosikan, ya sudah, kalau diimbau tidak ke Amerika, liburan ke Asia Tenggara saja, khususnya Indonesia. Kita harus siap dengan tawaran-tawaran yang konkret," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (18/6).

Dia mengatakan, sebelum Pemerintah China mengeluarkan imbauan tersebut telah terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan China ke AS. "Sebelum imbauan ini saja turis China ke Amerika sudah turun 6 persen. Apalagi ditambah dengan imbauan ini pasti masyarakat China tetap mau plesiran liburan, jadi harus di tanggapi," imbuhnya.

Menurutnya, potensi-potensi ekonomi semacam ini harus mampu dilihat dan disikapi oleh Indonesia. Pemerintah diharapkan jeli memanfaatkan setiap peluang yang muncul untuk mengembangkan perekonomian domestik.

"Saatnya tim ekonomi Pak Presiden mulai merumuskan gagasan-gagasan baru, terobosan-terobosan baru yang bisa mendorong secara signifikan. Tentunya harus mengikuti realita di pasar, misalnya apa yang lagi bagus, apa yang lagi trending. Menurut saya jelas pariwisata, lifestyle terus (ditingkatkan)," tandasnya.

Baca juga:
Bos BKPM Optimis Investasi Tumbuh Dua Digit di 2019
Bos BKPM Yakin Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Perang Dagang
Ini Penyebab Investasi Indonesia Kalah dari Vietnam
Indonesia Dinilai Sulit Cari Peluang dari Perang Dagang AS-China
Imbas Perang Dagang, Airlangga Sebut Indonesia Masih Miliki Peluang
Pengusaha Harap Pemerintah Gencar Cari Keuntungan Perang Dagang AS-China

(mdk/azz)