Layanan BPJS Kesehatan Bermanfaat Tumbuhkan Industri Kesehatan Nasional

Layanan BPJS Kesehatan Bermanfaat Tumbuhkan Industri Kesehatan Nasional
UANG | 29 Mei 2020 15:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan merupakan program yang dirancang Pemerintah untuk memberikan keadilan dalam akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Layanan ini pun membantu perluasan bisnis di sektor kesehatan, baik di rumah sakit maupun di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Kita tahu bahwa BPJS ini sudah berkontrak dengan lebih dari 2.000 rumah sakit dan FKTPnya lebih dari 19 ribu, dan terus bermunculan," ujar Ketua Pokja Kesehatan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Prastuti Soewondo, Jumat (19/5).

Menurutnya, bisnis kesehatan melihat adanya peluang dan kepastian di dalam pembayaran. Sehingga peluang ini dibaca sebagai bisnis yang menjanjikan di masa yang akan datang, dengan 260 juta orang ke depannya akan membutuhkan pelayanan kesehatan.

Becky, sapaan akrabnya, juga menyebutkan adanya penguatan sistem pelayanan yang terjadi. Dengan adanya JKN ini, kata Becky, pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien dengan sistem layanan berjenjang yang juga didukung regulasinya oleh Kementerian Kesehatan.

"Rasionalisasi sistem layanan berjenjang, sejak adanya JKN bahwa layanan itu tidak langsung ke rumah sakit, tapi dengan JKN ini dicoba untuk berjenjang, artinya di primary care dulu puskesmas atau klinik," jelas Becky.

"Kemenkes juga memberikan regulasi yang mendukung itu dengan mengatakan bahwa 144 penyakit itu harus diselesaikan di FKTP," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Tantangan JKN

JKN juga turut mendorong diberlakukan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK), sebagai upaya meminimalisir variasi tindakan yang tidak perlu. Sehingga layanan terstandar dan berkualitas. "Sampai saat ini memang belum semuanya yang punya PNPK, tapi itu yang kita dorong dan sudah menjadi agenda utama dari Kemenkes," tutur Becky.

Selanjutnya, Becky memaparkan pula adanya peningkatan dalam penggunaan obat generik sebagai dampak dari program JKN ini, meskipun kualitas obat juga harus terus ditingkatkan.

"Kami juga melakukan penelitian terkait dengan pengadaan obat melalui LKPP, jadi kita melihat adanya progres pembelian obat dari rumah sakit yang berkontrak dengan BPJS melalui pengadaan obat LKPP," bebernya.

Perbaikan lainnya yang juga disoroti oleh Becky adalah sistem pembayaran paket dengan CBGs, meskipun Becky memberi catatan bahwa masih perlu diperbaiki dalam hal grouping, costing, dan penetapan tarif.

"Jadi itu adalah upaya-upaya yang dilakukan dalam menguatkan sistem pelayanan kesehatan dan ini berbarengan dengan implementasi JKN," pungkasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Peserta BPJS Kesehatan Bisa Turun Kelas Jika Tak Sanggup Bayar Iuran
Peserta Ingin Turun Kelas BPJS Kesehatan Bisa Lewat Aplikasi
Surati Pemerintah, Fraksi PKS DPR Minta Rencana Kenaikan BPJS Dibatalkan
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dinilai Masih Wajar Dibanding Manfaat yang Diterima
DJSN Sebut Kenaikan Iuran BPJS untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Menko Airlangga Sebut Indikasi Fraud Akan Ditindaklanjuti BPJS Kesehatan
BPJS Gandeng UNS untuk Optimalkan Penyelenggaraan Program JKN-KIS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5