Lebih Baik dari Malaysia, Menko Airlangga Bongkar 3 Strategi Tangani Pandemi di RI

Lebih Baik dari Malaysia, Menko Airlangga Bongkar 3 Strategi Tangani Pandemi di RI
Menko Airlangga. ©2020 Foto: Lutfi/Humas Ekon
EKONOMI | 28 Oktober 2021 22:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik dibandingkan Filipina, Malaysia, Singapura, India, United Kingdom dan bahkan Amerika Serikat. Ini tidak lepas dari tiga strategi yang diterapkan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19, yaitu deteksi, perubahan perilaku, dan vaksinasi.

Pada tahap deteksi, pemerintah meningkatkan screening dan epidemiological test, serta contact tracing. Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan pengawasan genomik, karantina yang ketat, dan wajib PCR.

Untuk perubahan perilaku, pemerintah mengonversi 30 persen - 40 persen tempat tidur rumah sakit dan memasok semua logistik rumah sakit dan sumber daya manusia. Dokter magang dan co-assistant, sebagai tambahan tenaga kesehatan, dikerahkan, kriteria pasien rawat inap diperketat, dan tempat penampungan sebagai pusat isolasi ditingkatkan.

Sedangkan untuk vaksinasi, 50 persen pasokan vaksin dialokasikan untuk wilayah umum dan tingkat mobilitas yang tinggi, serta 80 persen masyarakat Indonesia ditargetkan sudah mendapatkan vaksin hingga akhir tahun ini.

"Upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja perekonomian," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (28/10).

Airlangga menyebut, keberhasilan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19 terbukti mampu menggerakkan perekonomian. Pada kuartal II-2021, Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 16 tahun terakhir, yaitu sebesar 7,16 persen.

Untuk sektor yang sedang dalam pemulihan saat ini adalah sektor industri, transportasi, retail, akomodasi, pertanian, hingga perumahan. Dia menyampaikan bahwa strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan konsumen kepercayaan dan keringanan pajak, terutama pada sektor otomotif dan properti.

Di sisi lain, Airlangga juga menyebut bahwa bonus demografi adalah kunci pertumbuhan Indonesia di masa mendatang. Sehingga ni perlu menjadi perhatian, karena ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN. Airlangga mengutip data yang menyebutkan bahwa 41,9 persen total transaksi ekonomi digital di ASEAN datang dari Indonesia.

"Ini peluang bagi mahasiswa untuk melakukan bisnis digital, seperti financial technology (fintech), e-commerce, layanan kesehatan digital, education technology (edutech), hingga health tech," jelasnya.

Dia mengatakan, mahasiswa saat ini adalah digital talents dan entrepreneurs masa depan. Oleh karenanya dia berharap jumlah entrepreneurs kita dapat tumbuh hingga 5 persen dari seluruh populasi. Saat ini rasionya masih sangat rendah, yaitu 3,5 persen. Dan area potensial yang perlu dikembangkan adalah kemampuan teknologi digital, artificial intelligence, big data, atau yang sedang popular saat ini, yaitu crypto.

2 dari 2 halaman

Perubahan Peradaban Manusia

Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP), Budi Susilo Soepandji memaparkan bahwa beberapa cendekiawan dan tokoh sebenarnya telah memprediksi akan adanya perubahan pesat di peradaban manusia. Namun, tak satupun dari mereka yang memprediksi bahwa pandemi akan mempengaruhi percepatan dari perubahan itu sendiri.

Setidaknya ada enam faktor yang memicu terjadinya perubahan secara global di masa depan, yakni eskalasi globalisasi ekonomi, pesatnya perkembangan komunikasi digital dan jaringan internet, menurunnya peran AS sebagai pemimpin global, akumulasi dampak kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber daya alam yang vital bagi umat manusia, pesatnya perkembangan bioteknologi dan ilmu hayati, dan ketidakharmonisan antara peradaban manusia dan sistem ekologi.

"Di sini terlihat bahwa Al Gore tidak memprediksi bahwa pandemi menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan dari perubahan global," katanya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pakar: Perlu Konsistensi Jaga Imunitas Pascavaksinasi Covid-19
Respons Satgas Covid-19 soal Desakan Wajib Tes PCR Penumpang Pesawat Dihapus
Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris
Belanda Alami Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Tiga Bulan
Jubir Satgas: Kebijakan PCR Bersifat Dinamis
7 Cara Mencegah Covid-19 Pada Bayi Baru Lahir

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami