Lelang jabatan Dirjen Pajak, Kemenkeu libatkan KPK dan PPATK

UANG | 11 November 2014 20:17 Reporter : Alwan Ridha Ramdani

Merdeka.com - Kementerian Keuangan yakin lelang jabatan untuk kursi Direktur Jenderal Pajak, Kepala badan Kebijakan Fiskal, serta 2 staf ahli menteri bakal disambut antusias PNS yang sudah memenuhi syarat golongan dan pengalaman.

Tahapan seleksi yang harus dilalui diantaranya, seleksi administrasi, makalah, uji publik, rekam jejak serta wawancara.

"Mungkin ada tambahan wawancara tim independen, kita cari yang betul-betul mumpuni dan profesional," ujar Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di kantornya, Selasa (11/11).

Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan, pada prosesnya nanti, pemerintah melibatkan KPK dan PPATK untuk melihat rekam calon pejabat tersebut.

"Dirjen Pajak itu suatu jabatan yang sangat bergengsi dan memang perlu dipertimbangkan betul kemampuan dan kapasitas serta profesionalnya," katanya.

Mulai besok, Rabu (12/11), Kementerian Keuangan mengumumkan akan ke publik terkait lowongan empat kursi tersebut di web Kementerian Keuangan. Lowongan tersebut diantaranya, Direktur Jenderal Pajak, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, dan dua kursi Staf Ahli.

"Besok diumumkan di web Kemenkeu, di sana syaratnya tercantum secara detail," kata dia di kantornya, Selasa (11/11).

Dia menuturkan, tidak semua orang bisa lolos seleksi lelang jabatan. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti lelang jabatan. Mulai dari pendidikan, pengalaman dan golongan.

"Jadi tidak sembarangan orang bisa masuk dan nanti belum punya pengalaman penerimaan negara, perpajakan minimal 15 tahun," ujar Mardiasmo di kantornya, Selasa (11/11).

Dia menyebut beberapa syarat. Semisal pernah melakukan audit. Syarat lainnya adalah pengalaman mengurusi keuangan negara atau daerah. "Ada kementerian lain yang berhubungan dengan penerimaan atau kalau di daerah dia yang berhubungan dengan Dispenda, Perpajakan Daerah kan bisa. Kan dia minimal pengalaman 15 tahun, pangkat 4c, sudah bisa juga." (mdk/noe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.