Lentera di Tengah Badai Pandemi Covid-19

Lentera di Tengah Badai Pandemi Covid-19
Pendamping program BAZNAS Microfinance Desa Lampaseh Kota Banda Aceh Annisa. ©2021 BAZNAS e-Book
UANG | 27 Januari 2021 06:30 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Annisa bersama kedua rekannya tampak serius mendengarkan keluh kesah pengusaha pigura. Mengenakan rompi putih bertuliskan BAZNAS dan masker yang menutupi sebagian wajahnya, Annisa menjalankan tugas memberdayakan pengusaha kecil. Meski ancaman penyebaran virus Covid-19 nyata di depan mata.

Dengan teliti Annisa membantu memeriksa hasil karya pengrajin pigura yang menjadi binaannya. Ibu dari tiga orang anak yang juga seorang mualaf ini memang memiliki tekad yang sangat kuat untuk mengubah mustahik menjadi muzaki.

"Sudah menjadi panggilan hati," katanya.

Tekadnya kuat untuk memberdayakan masyarakat marjinal menjadi lebih berdaya. "Saya merasa harus berkontribusi bagi agama saya."

pendamping program baznas microfinance desa lampaseh kota banda aceh annisa
©2021 Merdeka.com

Annisa merupakan pendamping program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Lampaseh Kota, Banda Aceh. Program BMD Lampaseh Kota diinisiasi pada Februari 2020. BMD Lampaseh Kota salah satu pogram BAZNAS untuk memberdayakan pelaku usaha mikro melalui program pendampingan usaha dan pembiayaan tanpa bunga.

Genap satu bulan bergabung, Annisa bersama kedua rekan kerjanya harus dihadapkan dengan tantangan pandemi Covid–19. Berawal dari satu kasus di pinggiran Jakarta, kini Covid-19 sudah menyebar hingga pelosok nusantara. Dampaknya multidimensi. Salah satunya ekonomi masyarakat kecil.

Pandemi membuat para pelaku usaha mikro di titik nadir. Banyak juga yang terpaksa gulung tikar. Tidak siap menghadapi hantaman badai pandemi.

Tidak sedikit mitra mustahik mulai pesimistis menjalankan usaha. Annisa menyaksikan kondisi ini. Bangkit dari keterpurukan ekonomi menjadi kunci. Dimulai dari pendekatan untuk mengubah pola pikir dan diselaraskan dengan kreativitas.

Tak Hanya Teori

Annisa dan kedua rekaannya membangkitkan motivasi usaha mitra. Bukan hal mudah. Tapi ini tantangan sesungguhnya. Dia juga harus membantu mencari solusi agar usaha mitra mustahik bisa beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi.

"Pada kondisi krisis ekonomi seperti ini, para pelaku usaha mikro tidak hanya cukup diberikan pendekatan teori, kita harus memberikan bukti nyata agar mereka mau percaya dan melakukannya," cerita Annisa.

Dia mulai merancang berbagai proyek percontohan. Pertama yang digagas adalah membuka peluang usaha produksi masker kain bagi mitra yang kondisi usahanya menurun.

Sekelompok penjahit yang saat itu sedang minim order dari pelanggan, difasilitasi memproduksi masker. Saat itu, kebutuhan masker di Aceh sangat tinggi. Tak berhenti di situ. Annisa juga memfasilitasi untuk membuka jaringan pemasaran.

"Salah satunya dengan membuka kerja sama dengan lembaga-lembaga sosial yang menyalurkan masker. Alhamdulillah banyak yang berminat," tutur Annisa.

Proyek pertama Annisa dan rekannya berbuah manis. Kelompok penjahit yang saat itu beralih usaha menjadi produsen masker, mengantongi omzet hingga Rp16 juta. Kondisi ini secara perlahan membangkitkan motivasi para mitra mustahik untuk tidak menyerah pada keadaan.

pendamping program baznas microfinance desa lampaseh kota banda aceh annisa
©2021 Merdeka.com

Bukan hanya membantu membangkitkan usaha mitra, Annisa dan rekannya juga merancang program pemberdayaan bagi keluarga mitra mustahik. Santernya isu ketahanan pangan di tengah pandemi, menginspirasi Annisa menginisiasi program family farming di Aceh. Dia mengajak memanfaatkan lahan pekarangan ditanami berbagai macam tanaman pangan.

Melalui program ini, mitra BMD Lampaseh Kota membudidayakan 700 tanaman pangan. Tak mau sekadar ala kadarnya, Annisa dan rekannya memfasilitasi dan membekali dengan ilmu budidaya tanaman pangan. Harapannya kebutuhan pangan bergizi seimbang terwujud melalui kemandirian. Hasil panen dari kebun pekarangan rumah juga bisa dijual. Tambahan pendapatan bagi keluarga.

Annisa melihat potensi besar ketahanan pangan dari pekarangan rumah. Saat ini masyarakat mulai menyadari pentingnya hidup sehat. Terlihat dari permintaan sayuran organik tinggi.

"Ini peluang mitra kita. Kita dampingi mereka sehingga usaha sayur organik mereka diterima di pasaran dengan harga yang masih bisa dijangkau," pungkas Annisa penuh semangat.

Lepas Jerat Lintah Darat

Direktur Utama Baznas, Mohamad Arifin Purwakananta menjelaskan tujuan program Baznas Microfinance Desa (BMD). Misinya membangkitkan ekonomi sektor riil melalui pembinaan dan pendampingan pelaku usaha mikro. Ini sejalan dengan langkah pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi.

BMD sebagai lembaga keuangan non profit yang memberdayakan mitra mustahik melalui program pembiayaan dengan bunga nol persen alias tanpa bunga. Program ini membuka akses permodalan bagi para mustahik maupun pelaku usaha mikro. Bonusnya, mendapatkan pendampingan untuk mempercepat proses pengembangan usaha.

"Ini agar orang-orang yang terkena dampak Covid-19 atau orang miskin lainnya dapat bisa tertolong dengan bantuan seperti ini, termasuk pelaku usaha mikro," jelas Arifin.

pendamping program baznas microfinance desa lampaseh kota banda aceh annisa
©2021 Merdeka.com

BMD juga mempunyai 'kesaktian' lain. Yakni membebaskan masyarakat dari praktik lintah darat atau rentenir yang tumbuh subur di tataran masyarakat.

"Kalau banyak di desa-desa lembaga (BMD) ini banyak seperti ini nanti orang-orang tidak perlu lagi jalan ke rentenir. Sehingga mereka bisa minta bantuan dana usaha dari dana zakat, infaq, dan sedekah seperti di yang dilakukan oleh Baznas," jelasnya.

Karena itu dia berharap semakin banyak para Muzakki yang akan membayarkan kewajibannya melalui lembaga terpercaya, seperti Baznas. Sehingga bisa digunakan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian rakyat kecil sekaligus memangkas praktik lintah darat yang merugikan masyarakat.

"Kita mengajak orang-orang berzakat, pimpinan, masyarakat, para guru, dosen, mahasiswa, kalau udah kerja ya, wartawan juga untuk berzakat semua," tegasnya.

Lembaga Amil Bantu Pemulihan Ekonomi

Pemerintah tengah berupaya memaksimalkan potensi ekonomi syariah untuk menghadapi situasi ekonomi sulit saat ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berujar, lembaga amil nasional sangat membantu pemerintah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mengingat lembaga yang mengurus zakat, infaq, dan wakaf bekerja dengan dasar solidaritas kemanusiaan.

"Lembaga zakat, infaq dan wakaf ini juga membantu pemerintah dalam menangani dampak Covid-19," terangnya dalam diskusi bertajuk Recovery Of Indonesia Economy In The Post Covis-19: The Role Of Islamic Economics di akun Youtube IAEI TV, Jakarta.

pendamping program baznas microfinance desa lampaseh kota banda aceh annisa
©2021 Merdeka.com

Ekonom Syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik menilai, program BMD milik BAZNAS efektif mempercepat proses pemulihan ekonomi. Mengingat kemudahan yang ditawarkan bagi pelaku usaha mikro maupun mustahik yang hendak meniti bisnis dengan skala kecil.

"Sebab, program ini menawarkan keunggulan tersendiri yakni dengan tidak adanya skema bunga alias gratis dalam memberikan pinjaman modal. Dengan ini pelaku usaha mikro bisa maupun mustahik bisa diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan bisnisnya," sahut pria yang akrab di sapa Irfan ini.

BMD juga diyakini bakal mendorong pelaku usaha mikro menjadi bankable. Lantaran adanya kesempatan lebar mengembangkan bisnis setelah ada kemudahan untuk mendapatkan pembiayaan di masa sulit ekonomi.

"Pada akhirnya BMD BAZNAS juga akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air," tutupnya. (mdk/bim)

Baca juga:
Brand Ekonomi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah
Gerakan Nasional Wakaf Uang Dinilai Jadi Permulaan Wakaf Modern
Jokowi Sebut Jepang Hingga AS Jalankan Ekonomi Syariah
Kejar Potensi Wakaf Tunai, Ma'ruf Amin Minta Standarisasi Nazir
Komitmen Pemerintah Kembangkan Sektor Ekonomi Syariah
Per 20 Desember, Total Wakaf Tunai Capai Rp328 Miliar
Jokowi: Potensi Aset Wakaf per Tahun Capai Rp2.000 Triliun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami