Lewat KEK, Pemerintah Bakal Undang Dosen Asing Mengajar di Indonesia

UANG | 10 Juni 2019 11:10 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK berencana mengembangkan jumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam rangka menarik lebih banyak investasi. Untuk diketahui, saat ini telah ada sebanyak 12 KEK berbagai bidang tersebar di seluruh Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah berencana membuat KEK dalam bidang jasa. KEK tersebut terdiri dari KEK pendidikan, KEK ekonomi kreatif dan KEK kesehatan.

"Nanti akan ada KEK jasa, seperti KEK kesehatan, KEK pendidikan dan KEK ekonomi kreatif," ujar Susiwijono saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (10/6).

Susiwijono mencontohkan, KEK pendidikan nantinya akan mengundang dosen asing mengajar di Indonesia. Meski demikian, rencana ini masih dikaji agar sistem perpajakannya menarik bagi asing dan tidak merugikan bagi Indonesia.

" Misalnya KEK pendidikan, dosen asing bisa mengajar di Indonesia. Kita lihat penerapan pajak penghasilannya seperti apa," jelasnya.

Sementara itu terkait KEK kesehatan, pemerintah berencana membangun rumah sakit yang setara dengan milik negara tetangga agar masyarakat yang biasanya berobat keluar negeri bisa berobat di dalam negeri.

"Contoh lainnya KEK kesehatan, yang biasanya berobat ke luar negeri, kita bangun di sini rumah sakitnya. Jadi Investasinya disini," tandasnya.

Baca juga:
Tak Hanya MotoGP, Jokowi Ingin Mandalika Juga Punya Sirkuit Balap Formula Satu
Gubernur NTB Harap Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tingkatkan Perekonomian Warga
Kementerian PUPR Bangun Bypass 17 Km dan Sirkuit MotoGP di Mandalika
7 Pulau di Batam Berpotensi Tarik Investasi Miliaran Dolar
Diresmikan Presiden Jokowi, 3 Kawasan Ekonomi Khusus Timur RI Ditarget Tarik Rp 110 T

(mdk/azz)