Lewat PMK 86, Pemerintah Perpanjang Lima Jenis Insentif Pajak

Lewat PMK 86, Pemerintah Perpanjang Lima Jenis Insentif Pajak
UANG | 17 Juli 2020 18:32 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.03/2020. Tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Beleid ini merupakan revisi dari PMK sebelumnya yakni Nomor44/PMK.03/2020.

Dalam aturan baru yang dikeluarkan pada 16 Juli 2020 itu, pemerintah memperpanjang masa berlaku lima jenis insentif pajak dari sebelumnya berakhir September 2020 menjadi Desember 2020.

Di antaranya adalah, pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), insentif PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh pasal 22 impor, pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 30 persen dan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat.

"Bahwa Peraturan Menteri Keuangan No. 44/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Covid-19 dinilai sudah tidak tepat, sehingga perlu dicabut,” tulis beleid tersebut seperti dikutip Jumat (17/7).

Selain memperpanjang masa berlaku, pemerintah juga memperluas sektor usaha yang berhak mendapatkan insentif pajak. Di mana cakupan insentif PPh pasal 21 DTP dari 1.062 klasifikasi lapangan usaha (KLU) diperluas menjadi 1.189 KLU.

Baca Selanjutnya: Cakupan Fasilitas...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami