Lifting Minyak dan Gas Tak Capai Target di 2021, Segini Realisasinya

Lifting Minyak dan Gas Tak Capai Target di 2021, Segini Realisasinya
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 17 Januari 2022 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, lifting minyak bumi sepanjang 2021 hanya 660 barrel oil per day (BOPD). Capaian ini berada di bawah target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 705 ribu BOPD. Tak hanya minyak, realisasi gas juga masih di bawah target yaitu hanya 5.501 MMSCFD atau 97,6 persen dari target sebesar 5.638 MMSCFD di 2021.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan rendahnya realisasi lifting minyak ini karena adanya sejumlah tekanan. Salah satunya akibat kondisi pandemi covid-19 yang mengganggu mobilisasi kegiatan produksi minyak.

"Produksi migas ini di 2021 masih mengalami tekanan. Untuk di minyak ada di 660 ribu barel per hari rata-rata setahun, ini masih di bawah 2020 dan kita targetkan di 2022 upaya kita untuk tetap menaikkan (produksi)," katanya dalam konferensi pers, Senin (17/1).

Dwi menjelaskan bahwa masih ada kendala lain yang membuat produksi migas tak capai target. Misalnya adanya low entry point pada awal tahun yang menyebabkan penekanan terhadap produksi minyak sebesar 20 ribu BOPD.

"ketika masuk 2021 ada tekanan dari pandemi sebesar 20 ribu barel per hari dan dari unplanned shutdown sebesar 9,1 ribu BOPD, adanya delay pengaruhi 20,4 ribu BOPD dan delay field onstream 4,8 ribu BOPD," terangnya.

2 dari 2 halaman

Lifting Gas

rev1

Sementara itu, lifting gas pada 2021 juga ikut tertekan akibat pandemi. Dwi memaparkan tekanan terjadi namun lebih kecil ketimbang dampaknya terhadap lifting minyak.

Di antaranya, low entry point menekan 7 MMSCFD terhadap produksi gas, lalu unplanned shutdown menekan 128 MMSCFD. Delay bor dan hasil bor menekan 35 MMSCFD, dan delay field on stream menekan 42 MMSCFD di 2021.

"Upaya untuk produksi ini sudah diupayakan, tapi ada beberapa kejadian unplanned shutdown yang terjadi sehingga turun lagi (produksinya)," kata dia.

Ditinjau dari aktivitas utama hulu migas, Dwi memaparkan sejumlah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi mencatatkan hasil yang beragam. Pada sektor studi G&G ditargetkan 116 kegiatan dengan realisasi sebanyak 121 kegiatan atau 104 persen dari target.

Lalu, survei tensor gravity ditarget 106.020 km2 dengan realisasi 101.918 km2 atau 96 persen. kemudian, seismik 2D ditarget 4.569 km dengan realisasi 2.635 km atau 58 persen. Seismik 3D ditarget 1.549 km2 dengan realisasi sebesar 1.190 km2 atau 77 persen dari target. Serta, exploration wells drilling ditarget sebanyak 48 sumur dengan realisasi hanya 28 sumur atau 58 persen dari target.

Sementara di sisi eksploitasi, SKK Migas menargetkan 616 development wells drilling dengan realisasi hanya 480 sumur atau 78 persen dari target. Workover ditarget 615 sumur dengan realisasi 566 sumur atau 92 persen. Serta well service ditarget 26.431 kegiatan dengan realisasi 22.790 kegiatan atau 86 persen dari target.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Indonesia Punya 128 Cekungan Migas, Beroperasi Baru 20 Cekungan
Banyak Sumur Tua, Produksi Migas Indonesia Merosot di 2021
Realisasi Investasi Sektor ESDM Capai USD 28,2 Miliar di 2021
Pemerintah Catat Ada 4.500 Sumur Minyak Ilegal di Indonesia
Bos SKK Migas Optimis Investor Besar Dunia Masih Lirik Sektor Hulu Migas RI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami