LIPI Akan Kembangkan 10 Kapal Riset guna Petakan Laut Indonesia

LIPI Akan Kembangkan 10 Kapal Riset guna Petakan Laut Indonesia
Gedung LIPI. ©Wikipedia
EKONOMI | 10 September 2019 14:52 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana akan mengembangkan kapal riset nasional untuk kebutuhan konsorsium riset samudera. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor laut di Tanah Air.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan, kapal riset nasional saat ini sudah mendapatkan persetujuan dan akan mengelola sebanyak 10-12 kapal. Pilot project ini nantinya akan difokuskan untuk eksplorasi seluruh area kelautan Indonesia.

"Jadi Indonesia sudah punya kapal riset cukup banyak, tetapi itu tersebar di banyak K/L termasuk di KKP. Kapal riset itu umumnya hari layarnya terlalu pendek. Kita inginnya idealnya setiap kapal riset 300 hari layar minimal dalam setahun," kata Tri Handoko saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (10/9).

Selama ini, dari banyaknya kapal-kapal riset yang tersebar di Kementerian Lembaga belum mampu memetakan seluruh perairan Indonesia. Sehingga masih cukup sulit untuk menaruh sensor mitigasi bencana lantaran data perairannya belum lengkap.

Untuk itu, kata dia perlu adanya kapal riset nasional yang akan dikhususkan untuk melakukan riset samudra. Sehingga diharapkan akan mampu bekerja secara maksimal.

Dari jumlah pengadaan sebanyak 10-12, untuk fase pertama akan dilakukan mulai tahun 2020 mendatang. Dalam fase pertama ini pihaknya melakukan dua pengadaan kapal riset nasional, sedangkan sisanya akan dilakukan di fase selanjutnya.

Sementara untuk anggaran pengadaan kapal riset nasional tahap pertama akan menghabiskan USD 110 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk keseluruhan mulai dari instrumen dan peralatan riset.

"Pokoknya ada dua sumber dana, pertama dari kerja sama pemerintah dan badan usaha swasta. Kedua juga dari pinjaman luar negeri, tapi kita akan upayakan yang kerja sama dengan swasta, karena kita ingin kapal itu dikelola secara profesional, sesuai standar bisnis," tandas dia. (mdk/idr)

Baca juga:
9 Pemilik Tongkang Dikenai Denda Ratusan Juta, Satu Pemilik Minta Beking Pejabat
Pemprov Jateng akan Usir & Denda Kapal Tongkang Rusak Terumbu Karang di Karimunjawa
Terumbu Karang 1.700 Meter Persegi Dilaporkan Rusak, Ini kata Pengelola Karimunjawa
Jumlah Penumpang Angkutan Laut di Juli 2019 Turun 8,79 Persen
Dihantam Tongkang, Terumbu Karang Seluas 1.700 Meter Persegi di Karimunjawa Rusak
Kemenperin Beberkan Dukungan Pemerintah untuk Industri Galangan Kapal RI

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami