Lippo Karawaci Catatkan Pendapatan 2019 Rp12,25 T dan Laba Bruto Rp4,6 T

Lippo Karawaci Catatkan Pendapatan 2019 Rp12,25 T dan Laba Bruto Rp4,6 T
UANG | 29 Mei 2020 15:43 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan 2019 Rp12,25 triliun, meningkat sebesar 16 persen dari Rp11,45 triliun yang tercatat di tahun 2018. Sementara, laba kotor 2019 turun menjadi Rp4,6 triliun karena laba bruto sektor Real Estate Development yang lebih rendah.

CEO LPKR, John Riady, mengatakan pendapatan perseroan didorong oleh pertumbuhan recurring revenue dari segmen kesehatan LPKR yakni PT Siloam Hospitals Tbk. Sementara, pendapatan dari segmen bisnis LPKR Real Estate Management & Services meningkat 13,2 persen menjadi Rp9,2 triliun, yang merupakan 74,8 persen dari total pendapatan tahun 2019 dibanding dengan 71,1 persen di 2018.

"Siloam Hospitals mencatat pertumbuhan pendapatan di tahun 2019 sebesar 17,7 persen menjadi Rp7,02 triliun dari Rp5,96 triliun di tahun sebelumnya, berkontribusi terhadap 75,1 persen dari total pendapatan recurring di tahun 2019 dibandingkan dengan kontribusi sebesar 71,3 persen di tahun 2018," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/5).

Selain itu, EBITDA di 2019 menurun sebesar 43,4 persen menjadi Rp1,30 triliun dari Rp2,30 triliun setahun yang lalu. Margin EBITDA tahun 2019 turun menjadi 11 persen dari 20 persen di 2018.

"Penurunan EBITDA disebabkan oleh biaya sesekali dan biaya konstruksi yang lebih tinggi untuk memulai kembali beberapa proyek konstruksi terintegrasi di bisnis real estate development di tahun 2018 serta penyesuaian biaya non tunai sesekali di Siloam pada tahun 2019," tuturnya.

Dia melanjutkan, pada 2019, total utang perseroan sebesar Rp12,25 triliun dibanding dengan Rp14,87 triliun pada akhir tahun lalu atau menurun sebesar Rp2,62 triliun. Perusahaan berencana untuk memanfaatkan peluang untuk mendiversifikasi utang dari USD, dengan lebih banyak utang dalam mata uang Rupiah, karena saat ini utang berdenominasi USD sebesar 92 persen dari total utang.

1 dari 1 halaman

Lanjutkan Transformasi Bisnis

bisnis rev1

John Riady menambahkan, pada kuartal keempat, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan dalam rencana transformasi bisnis. Perseroan menyatakan kembali target pra penjualan di tahun 2020 sebesar Rp2,5 triliun, dan pada kuartal I tahun 2020 telah mencapai 28 persen dari target, atau sebesar Rp703 miliar.

"Pra Penjualan pada kuartal keempat 2019 merupakan pra penjualan kuartal tertinggi untuk tahun ini, dan penawaran umum terbatas secara signifikan telah meningkatkan posisi kas dan setara kas kami untuk mengatasi krisis yang diciptakan oleh COVID-19 serta membangun fondasi untuk bangkit kembali pasca COVID-19."

(mdk/bim)

Baca juga:
Lippo Karawaci Sebar Bantuan Sembako Ke 520 Warga DKI Terdampak Corona
Lippo Karawaci Tambah Kepemilikan Saham di Dua Anak Usaha
LPKR Kucurkan Rp452,5 M Naikkan Kepemilikan Saham di Siloam dan Lippo Cikarang
Siloam Layani Tes Swab Corona, Hasil Bisa Keluar dalam 1-7 Hari
Plaza di Jakarta Dijadikan Rumah Sakit Darurat Pasien Covid-19
Lippo Karawaci Siapkan Rp75 Miliar untuk Buyback Saham
Lippo Ubah Mal di Jakarta Selatan Menjadi RS Corona, Siloam Bakal Jadi Pengelola

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5