LPG 3 Kg Langka di Wonogiri, Pertamina Siapkan Tambahan 40.320 Tabung

UANG | 16 Juli 2019 19:44 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat sejumlah daerah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengalami kekeringan. Tak sedikit petani yang memanfaatkan LPG (elpiji) 3 kilogram (Kg) untuk menyedot air guna mengaliri lahan pertanian. Akibatnya terjadi kelangkaan bahan bakar subsidi tersebut.

Untuk menjamin ketersediaan pasokan serta menindaklanjuti isu kelangkaan LPG 3 Kg di wilayah Wonogiri, PT Pertamina Marketing Operation Region IV menyiapkan penambahan fakultatif/ extra dropping sebanyak 40.320 tabung. Drooping dilakukan selama periode 15-20 Juli 2019.

'Langkah ini sebagai langkah untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat yang meningkat di bulan ini," ujar Unit Manager Communication & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, Selasa (16/7).

Menurut Andar, indikasi sulitnya warga mendapatkan LPG 3 Kg di wilayah Wonogiri tersebut murni dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan. Yakni karena faktor musim kemarau, di mana LPG dialihfungsikan menjadi sumber energi penyedot air.

"Kami telah menyiapkan tambahan yang sifatnya fakultatif sebanyak 40.320 tabung pada periode 15-20 Juli ini. Sebagai contoh, hari ini (Selasa) diberikan penambahan 8.960 tabung dan ditambah dengan alokasi normal sebanyak 24.080 tabung. Sehingga total penyaluran hari ini di sudah mencapai 35.840 tabung," terang Andar.

Pertamina sehari sebelumnya juga telah melakukan penambahan fakultatif sebanyak 8.960 tabung. Sehingga total LPG tambahan fakultatif selama dua hari ini sudah mencapai 17.920 tabung untuk wilayah Wonogiri. Sebagai informasi, alokasi normal untuk LPG 3 kg di Wonogiri mencapai 649.040 tabung perbankan. Sehingga Pertamina pada bulan ini akan menyalurkan 689.360 tabung untuk wilayah Wonogiri.

"Pertamina selalu siap untuk menyediakan kebutuhan LPG untuk masyarakat. Perlu diinformasikan bahwa kebijakan penerapan distribusi LPG 3 Kg berbeda dengan non-PSO di mana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Telah diatur pada pasal 18 – 20 tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu dalam hal ini adalah LPG 3Kg. Di mana Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan LPG 3 kg," jelasnya.

Andar mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga kuota tersebut terus dijaga dengan berkoordinasi dan melibatkan pemda dan kepolisian saat pendistribusian.

"Apabila didapatkan ada penimbunan dan pengoplosan, maka kepolisian tidak akan segan untuk menindak," tandasnya.

Baca juga:
Penyaluran Tepat Sasaran, Pemerintah Hemat Rp30 Triliun Subsidi Elpiji
Bahan Baku Tengah Murah, ESDM Niat Turunkan Harga Elpiji Subsidi
Di 2020, Distribusi Elpiji 3 Kg Diusul Tertutup dan Buka Peluang Naikkan Harga BBM
Pengusaha Rumah Makan di Solo Masih Banyak Gunakan Elpiji Bersubsidi
Pemerintah Waspadai Pembengkakan Subsidi Elpiji 3 Kg di 2020
2020, Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Pemerintah Salurkan Lewat Kartu

(mdk/idr)